Pemanfaatan Sarana Air Bersih Ledang Diresmikan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR
Pemda Sumbawa bersama PTNNT selaku mitra kerja, secara resmi menyerahkan sarana air bersih Desa Ledang Kecamatan Lenangguar kepada pemerintah Desa Ledang untuk dikelola dan dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik.

Peresmian dan penyerahan itu dilakukan Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan didampingi Manajemen PTNNT, Syarafuddin Jarot, dan disaksikan Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Jamaluddin Afifi SH, dan Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj Rahmah Jamaluddin Malik, dan diterima oleh Kepala Desa Ledang Irwansyah yang didampingi para pengurus Badan Pengelola Air Minum Desa Ledang. Kegiatan itu berlangsung di Balai Pertemuan Desa Ledang, belum lama ini.

amdal

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pembangunan fasilitas air bersih tersebut, seperti PTNNT, camat, kades maupun masyarakat Desa Ledang. Menurutnya, peran serta semua pihak ini diharapkan air bersih dapat dialirkan ke rumah warga Ledang.
Dengan adanya fasilitas air bersih ini, kata H An—sapaan Wakil Bupati, dapat mengurangi beban warga terutama ibu rumah tangga yang selama ini mengambil di sungai dan sumur.

Untuk diketahui, air merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dan tidak tergantikan dengan yang lain. Karenanya harus adanya fasilitasi air bersih ini patut disyukuri.
Disebutkannya, air bersih di Kabupaten Sumbawa baru mencapai 67 persen masih di bawah target nasional yaitu 90 persen. “Inilah yang terus didukung untuk terus dibangun fasilitas air bersih ini. Dan kami berharap kerjasama dengan PTNNT terus berlangsung.

Baca Juga  Sumbawa Dapat Bantuan 240 Ekor Sapi Brahman Cros

Mengenai pengelolaan air bersih di Ledang, H An berpesan dapat dijaga dan dirawat baik fasilitas maupun sumber mata air, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya pada generasi sekarang tapi juga beberapa generasi akan datang. “Kami harap masyarakat dapat menanam pohon pelindung untuk kelestarian mata air sehingga debit air dapat terus dipertahankan.
Kalau masyarakat secara bersama-sama menjaga sumber mata air seperti menanam pohon, tidak menebang pohon sembarang, akan mendapatkan rahmat dan hidayah berupa air yang berlimpah,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan Manajemen PTNNT, Syarafuddin Jarot, mengaku salut dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Ledang yang secara swadaya dan semangat gotong-royong membangun fasilitas air bersih tersebut.
“Berkat semangat yang menggebu-gebu dari masyarakat Desa Ledang, sehingga tidak ada kendala dalam pembangunan fasilitas air bersih ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Haji Jarot juga memberikan respon positif kepada para ibu-ibu, karena atas peransertanya sehingga proses pembangunan fasilitas air bersih itu tuntas dengan baik. “Semoga keberadaan fasilitas ini dapat mengurangi beban kaum wanita yang selama ini selalu direcoki dengan persoalan air bersih,” ucapnya.
H Jarot juga sangat terharu, karena melalui pemnbangunan fasilitas air bersih ini tercipta rasa memiliki, terbukti dengan tingginya semangat gotong-royong. “Kami minta semangat ini tetap terjaga
untuk memelihara fasilitas maupun sumber mata air agar pemanfaatannya berlangsung dalam waktu yang lama,” imbuhnya.

Baca Juga  “Bergeserlah ke Daerah, Pertumbuhan Ekonomi akan Lebih Pesat di Daerah”

Di bagian lain Kepala Bappeda Sumbawa, Ir Iskandar D M.Ec.Dev, dalam laporannya menyampaikan bahwa program air bersih Desa Ledang, merupakan program reflikasi Program WES Unicef yang sejak Tahun 2008 sudah dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa terutama di kawasan Selatan Sumbawa. Khusus di Desa Ledang, pembangunan air bersih mengadopsi pola dan praktek yang selama ini telah diterapkan di desa-desa lain.

Mengenai pembiayaan beber Iskandar, bersumber dari bantuan PTNNT yang diberikan dalam dua tahap yakni Tahun 2012 Rp 350 juta dan Tahun 2013 sebesar Rp 249 juta lebih. Dan alokasi anggaran melalui APBD Kabupaten untuk pembinaan sosial, sosialisasi, penguatan kelembagaan, dan operasional lainnya dalam mendukung program tersebut.

Air bersih ini bersumber dari mata air yang dialirkan dengan sistem gravitasi, kepada 340 unit rumah tangga di Desa Ledang Kecamatan Lenangguar. Untuk pengawasan terhadap kualitas air, menurut Iskandar, telah dilakukan uji kualitas dan dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai air bersih dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

iklan bapenda