Home / Ekonomi / Harga Gula Menggila, DPR: Ini Permainan Mafia

Harga Gula Menggila, DPR: Ini Permainan Mafia

JAKARTA (20/2/2020)

Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan kelangkaan gula pasir di pasar terindikasi besar akibat karena permainan mafia. Pasalnya, ada prediksi permintaan pasar meningkat jelang bulan Ramadhan dan Lebaran dan perkiraan akan terjadi defisit gula konsumsi pada tahun ini. “Bisa jadi ada yang nimbun untuk  ambil untung besar karena pasokan gula  berkurang baik produksi dalam negeri maupun gula impor. Pemicu utamanya akibat, ratio stok/konsumsi masih relatif tinggi yang diperkirakan sebesar 89,062 juta ton (50,45 % dari konsumsi total),” kata politisi PKS ini.

Legislator asal Sulawesi Selatan ini menyarankan kepada pemerintah agar turun tangan. Salah satu hal tegas yang perlu dilakukan adalah menurunkan Satgas Pangan. “Satgas Pangan harus bertindak tegas mengatasi spekulan yang sengaja menumpuk gula pasir. Ini perlu dilakukan agar langkanya gula di pasar tidak sempat terjadi dan gejolak harga dapat dikendalikan,” ucap Andi Akmal.

Andi Akmal juga mengingatkan presiden Jokowi untuk turun tangan terkait kian banyak kasus penimbunan pangan seperti gula pasir dan bawang putih serta bahan pokoknya lainnya. Komoditas pangan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak jangan sampai dipermainkan. “Saya menyarankan pada bapak Presiden jangan hanya mendengar orang di sekitarnya saja, tapi juga mendengar dari berbagai kalangan. Dengan demikian akan mengetahui kondisi objektif mengenai pangan. Jangan hanya ABS (asal bapak senang). Jika sudah kejadian barang komoditas pangan pokok langka dan atau mahal, maka yang sengsara adalah rakyat kecil,” kata Andi Akmal.

Politisi PKS ini menilai pemimpin negara kita terlalu fokus pada upaya rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Akibatnya, ketika terjadi persoalan-persoalan yang esensi terjadi pada masyarakat, pemerintah kurang sensitif. “Presiden Jokowi jangan fokus kepada pemindahan Ibu Kota Negara saja, tapi juga bisa menjaga harga pangan tetap stabil,” katanya.

Sebelumnya, ada kelangkaan gula pasir di pasar dan mini market. Tahun ini, stok gula sedikit sehingga harga gula naik di pasar. Akibatnya, untuk mendapatkan gula retail di mini market maupun swalayan saat ini mulai susah. Masyarakat juga khawatir karena bukan hanya harga yang naik tapi pembelian pun dibatasi. Kini harga gula pasir sudah di atas HET yang Rp 12.500/kg dan mencapai Rp 13.000-14.000/kg. “Saya berharap, pemerintah mampu menyediakan stok gula hingga bulan puasa dan lebaran ini dengan aman lewat meminimalisasi impor. Upaya-upaya antisipasi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu mesti mampu di terapkan saat ini. Bukti kerja dan Kinerja pemerintah di bidang pangan adalah ketika menghadapi bulan Ramadhan dan lebaran, harga stabil dan produk tidak langka,” tutup Andi Akmal. (SR)

 

Lihat Juga

Brimob NTB Bantu 20 Orang Tua Jompo di Mantar

SUMBAWA BARAT, SR (27/3/2020) Satbrimob Polda Nusa Tenggara Barat tak berhenti dalam pengabdiannya untuk masyarakat, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *