Home / HukumKriminal / Penggugat Tanah “Beringin Sila” Kecewa, Putusan Pengadilan Dinilai Banci

Penggugat Tanah “Beringin Sila” Kecewa, Putusan Pengadilan Dinilai Banci

SUMBAWA BESAR, SR (26/1/2020)

Pengadilan Negeri Sumbawa Besar NTB, dinilai tidak bisa memberikan rasa adil dan bahkan tidak dapat memutuskan keadilan bagi perkara kasus tanah dengan Nomor Putusan: 30/Pdt.G/2019/PN.Sbw. Pasalnya dalam perkara yang sudah diputuskan hakim tersebut, tidak ada para pihak yang memenangkan sengketa dalam persidangan. Pengadilan menvonis Kedua pihak seri (draw) tidak ada yang menang dan tidak ada pihak yang kalah. Persidangan sengketa tanah antara Lili Boenita selaku penggugat I dan Jossy Hartanto penggugat II melawan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Besar NTB, selaku tergugat I, PT Brantas Abipraya (Persero) tergugat II, Dinas PUPR RI tergugat III, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai KPH Puncak Ngengas Batulanteh Sumbawa Besar NTB tergugat VI dan Kementerian PUPR RI selaku turut tergugat I dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI turut tergugat II. “Baru kali ini saya mendengar dan menyaksikan ada putusan “Banci” yang dikeluarkan oleh lembaga yang katanya mewakili tuhan di Bumi. Pengadilan itukah harapan rakyat kecil seperti kami saat hak-hak kami dirampas oleh Negara, apakah pengadilan takut sama institusi Negara, sehingga tidak memenangkan pihak penggugat yang secara gamblang memang memiliki data valid dan otentik atas kepemilikan lahan. Tapi apakah pengadilan juga takut sama hukum tuhan, karena tidak berani memenangkan pihak yang bersalah dalam hal ini pemerintah Kabupaten Sumbawa dan pihak-pihak yang dimasukkan dalam gugatan, sehingga akibatnya tidak ada keputusan yang adil bagi kedua pihak alias sama-sama menang dan sama-sama kalah atau Draw. Baru kali ini saya dengar ada draw,” sesal Jossy Hartanto selaku pihak  penggugat kepada SAMAWAREA, Minggu (26/1/2020).

Inilah lahan penggugat yang dikatakan masuk dalam kawasan hutan lindung

Dituturkan Jossy, kasus ini bermula dari pembangunan Proyek Bendungan Beringin Sila, yang berlokasi di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, NTB. Ada beberapa tanah warga yang masuk dalam area proyek tersebut, namun belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah setempat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersikukuh tanah milik warga berada di kawasan koordinat hutan lindung. Namun ironisnya dalam salinan putusan sidang, ada sebagian warga yang sudah menerima pembayaran ganti rugi dengan nilai yang beragam. “Saya mendapatkan tanah tersebut atas dasar hak waris sepeninggalnya ayah saya, dan ayah saya membeli tanah tersebut dari pemilik pertama yang telah tinggal di tanah tersebut sejak tahun 1960-an. Semua ada dalam salinan putusan hasil sidang Pengadilan Negeri Sumbawa Besar NTB.  Jika tanah kami dibilang masuk ke dalam area hutan lindung, kenapa tanah yang di atas kami mendapat ganti rugi. Sementara selama ini saya selalu membayar pajak hingga tahun 2018, sebelum proyek Bendungan Beringin Sila ini dikerjakan. Yang lucunya lagi, para warga yang sudah mendapat ganti rugi tidak menerima kwitansi ataupun sejenis tanda terima bukti pembayaran atas ganti rugi tanahnya,” pangkas Jossy. (SR)

Lihat Juga

Diteriaki, Pencuri Motor Gugup dan Jatuh di Sawah

LOMBOK TIMUR, SR (21/2/2020) Nasib sial dialami Sukri (35). Residivis kasus curas dan curanmor asal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *