Home / Ekonomi / Selundup 500 Karung Pakaian Bekas dari Timor Leste, Nakhoda Jadi Tersangka

Selundup 500 Karung Pakaian Bekas dari Timor Leste, Nakhoda Jadi Tersangka

SUMBAWA BESAR, SR (21/1/2020)

Penyelundupan impor pakaian bekas (rombeng) dari Negara Timor Leste, berhasil digagalkan Tim Penindakan Bea dan Cukai Sumbawa di Perairan Labuan Burung Kecamatan Buer Kabupaten Sumbawa. Dalam penindakan itu, Tim Bea dan Cukai Sumbawa bekerjasama dengan Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT, Sat Polairud Polres Sumbawa, dan Anggota Polisi Militer (POM) Sumbawa dalam kegiatan operasi patroli bersama. Sebanyak 500 karung pakaian bekas yang diangkut menggunakan KLM Rahmat Ilahi ini disita, dan nakhoda kapal ditangkap. Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, kini berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21). Bersama berkas perkara tahap kedua, tersangka berinisial MT beserta barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sumbawa, Selasa, 21 Januari 2020.

Dalam konferensi persnya di Aula Gedung Manggis 7 (sebutan Kantor Kejari Sumbawa), Kepala KPP Bea dan Cukai Sumbawa, Rudie Bayu Widjatnoko didampingi Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH MH, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Inf Samsul Huda SE., M.Sc dan Kapolres Sumbawa diwakili Kasat Reskrim IPTU Faisal Afrihadi SH, menjelaskan kronologis penangkapan.

Dituturkannya, semula pakaian bekas tersebut diangkut dari Pelabuhan Dili, Timor Leste menggunakan KLM Rahmat Hidayat yang dinahkodai MT menuju Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Saat kapal tersebut melintas di perairan sekitar Pulau Keramat, Rabu, 20 November 2019 sekitar pukul 16.20 WITA, kapal berisi 500 karung pakaian bekas ini dicegat Tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP C Sumbawa. Pasalnya, kapal itu diduga mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest atau dokumen Pemberitahuan Impor Barang. Guna memudahkan pembongkaran dan pencacahan muatan, KLM Rahmat Illahi dibawa ke Pelabuhan Badas, Sumbawa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, 500 karung pakaian bekas ini senilai Rp 250 juta. Potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 146.562.500. Selanjutnya barang bukti tersebut diserahkan untuk disimpan di Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan) Negara Kelas II Sumbawa.

Terkait dengan pelanggaran, Rudie—sapaan pejabat ramah ini menyebutkan pelanggaran di bidang kepabeanan dan dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Bunyinya, setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000. Selain itu, kegiatan tersebut juga melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 51/M-DAG/PER/7/2015 tanggal 9 Juli 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas. Pada pasal 2, pakaian bekas dilarang untuk diimpor ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk penyelesaian atas pelanggaran tersebut, Tim Penyidik Bea & Cukai Sumbawa melakukan serangkaian kegiatan penyidikan sejak 21 November 2019  hingga 6 Januari 2020. Akhirnya MT selaku nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pasca Putus Kontrak, Proyek Puskesmas Ropang Mulai Diselidiki Polisi

SUMBAWA BESAR, SR (25/2/2020) Proyek pembangunan Puskesmas Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa terus menuai masalah. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *