Home / HukumKriminal / Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum ASN Jadi Tersangka

Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum ASN Jadi Tersangka

KOTA BIMA, SR (20/1/2020)

Oknum ASN berinisial AM (52) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Penetapan status ini, setelah Polres Bima Kota melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi termasuk dua korban yakni NR (21) seorang mahasiswi dan RU (15) pelajar yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Kasus dugaan persetubuhan ini menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK., M.Si dalam keterangan persnya, Senin (20/1/2020), dilaporkan pada 17 Januari 2020 oleh kakak kandung korban NR. Namun dari hasil pengembangan saat olah TKP, tidak hanya NR menjadi korban, melainkan satu korban lagi berinisial RU (15).

Kronologis kejadian, ungkap Kombes Artanto, berawal sekitar tahun 2014, tersangka mengajak korban tinggal di rumahnya di Desa Rupe, Kecamatan Langgudu. Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Korban diajak tinggal karena masih keluarga dekat dengan istri tersangka. Sekitar sebulan berjalan tinggal di rumah tersebut, tersangka mulai berulah. Dengan memanfaatkan rumah sepi dan istrinya tidak berada di tempat, tersangka menyetubuhi korban. Ini dilakukan terus menerus hingga Tahun 2019.

Berdasarkan hasil penyelidikan dari keterangan korban, saksi, surat, petunjuk serta barang bukti yang ada, penyidik berkesimpulan bahwa perkara tersebut dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan AM sebagai tersangka. Sedangkan istrinya, HR belum dapat ditetapkan sebagai tersangka karena belum ada saksi-saksi yang mendukung keterlibatannya dan baru atas dasar pengakuan korban.  “Untuk sementara istri tersangka masih sebagai saksi,” kata Kombes Artanto.

Terhadap perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan pasal 81 atau pasal 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak menjadi UU dan pasal 46 jo 8a huruf a UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (SR)

Lihat Juga

Oknum Dokter Hewan di Sumbawa Tertangkap Konsumsi Narkoba

SUMBAWA BESAR, SR (24/2/2020) Oknum dokter hewan berinisial drh. GWA (35) ditangkap Satuan Reserse Narkoba ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *