Home / HukumKriminal / TKW Tewas Terbakar di Mekkah, Oknum Sponsor Tertangkap di Loteng

TKW Tewas Terbakar di Mekkah, Oknum Sponsor Tertangkap di Loteng

LOMBOK TENGAH, SR (20/1/2020)

HMS (50) terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 600 juta. Ancaman berat yang akan diterima warga Kelurahan Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ini setelah dijadikan tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagaimana pasal 10 dan atau pasal 11 jo pasal 4 UU RI No. 21 Tahun 2007 atau pasal 81 jo pasal 86 UU RI No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Pasalnya, HMS merekrut Ida Royani (36) TKW asal Lombok Tengah secara inprosedural yang kemudian dijual kepada oknum sponsor di Jakarta. Ida Royani diberangkatkan ke luar negeri dan disiksa majikan. TKW inipun mengalami nasib tragis, meninggal dunia setelah kos-kosan yang ditempatinya terbakar.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK M.Si dalam keterangan persnya, Senin (20/1) menuturkan, penanganan kasus ini berdasarkan laporan polisi No. LP/232/IX/2019/SPKT, tanggal 21 September 2019. Bermula ketika Tahun 2018 lalu, tersangka berinisial HMS telah melakukan perekrutan dan pengiriman dengan cara memalsukan dokumen KTP korban, memberikan uang fit sebesar Rp. 5.000.000kepada korban. Selanjutnya korban diberangkatkan dari Lingkungan Gerintuk, Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah diantar oleh saudaranya menuju BIL. Di sana sudah menunggu tersangka yang kemudian berangkat bersama korban ke Jakarta. Tiba di Bandara Soekarno Hatta, korban diserahkan kepada sponsor berinisial SI. Dari Jakarta, korban diberangkatkan ke negara tujuan, Arab Saudi. Korban sempat bekerja. Selama bekerja korban mendapat siksaan dari majikan. Ini diketahui karena korban sempat menghubungi keluarganya dan menceritakan apa yang dialaminya. Karena terus disiksa, korban tidak betah dan meninggalkan majikannya. Korban pun tinggal di kos-kosan di Naksa At Taqwa Mekkah. Namun naas, tepat 20 Juni 2018 kos-kosan korban mengalami kebakaran. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Al Noor Mekkah oleh pemerintah setempat. Tapi sayang nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Sebagaimana surat kematian yang diterbitkan oleh pemerintah di sana, menerangkan penyebab kematian karena menghirup asap tebal. Meski demikian jasad korban tidak dipulangkan ke Indonesia karena sudah dimakamkan di Mekkah.

Atas dasar laporan keluarga korban, Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB menangkap HMS pada 1 Oktober 2019 lalu. Setelah melalui yang cukup alot, akhirnya berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi NTB. Tepat, Senin, 20 Januari 2020, berkas poerkara tahap kedua beserta tersangka dan barang bukti resmi dilimpahkan ke kejaksaan. (SR)

Lihat Juga

Oknum Dokter Hewan di Sumbawa Tertangkap Konsumsi Narkoba

SUMBAWA BESAR, SR (24/2/2020) Oknum dokter hewan berinisial drh. GWA (35) ditangkap Satuan Reserse Narkoba ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *