Home / Pendidikan / Prihatin Pendidikan di Daerah Terpencil, FKIP UNSA Gelar Diskusi Publik

Prihatin Pendidikan di Daerah Terpencil, FKIP UNSA Gelar Diskusi Publik

SUMBAWA BESAR, SR (16/1/2020)

Mengawali tahun 2020 ini, FKIP Universitas Samawa (UNSA) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik dengan tema Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Kabupaten Sumbawa. Kegiatan yang digagas dosen dan mahasiswa FKIP di Lantai II Gedung Rektorat Universitas Samawa (UNSA), Rabu (15/1/2020) ini dilatarbelakangi oleh kondisi dan fenomena pendidikan yang masih memprihatinkan di beberapa kawasan terpencil Kabupaten Sumbawa.

Rektor UNSA, Dr. Syafruddin, SE., MM mengapresiasi kegiatan tersebut. Kedepan Ia berharap kegiatan serupa akan terus terlaksana sebagai bentuk kontribusi lembaga pendidikan seperti UNSA khususnya FKIP dalam memperhatikan perkembangan pendidikan di tanah Samawa.

Ketua Panitia Pelaksana, Cand. Dr. Ilham, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari kepedulian dosen FKIP terhadap pendidikan di daerah terpencil. Hadir sebagai narasumber adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Guru SD Pusu Kecamatan Batu Lanteh, Akademisi dan Peneliti. Sedangkan pesertanya adalah pemerhati pendidikan daerah terpencil dan seluruh dosen dan beberapa mahasiswa FKIP UNSA.

Di tempat yang sama Dekan FKIP UNSA, Erma Suryani, M.Pd menyampaikan harapannya kelak hasil dari kegiatan ini akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah khususnya dinas terkait dalam mengambil keputusan serta membuat kebijakan yang berkaitan dengan kuantitas maupun kualitas pendidikan bagi daerah terpencil di Kabupaten Sumbawa. Ada beberapa point hasil diskusi public. Meliputi, terbatasnya sarana dan prasarana serta aksesibilitas merupakan tantangan utama dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.

Sementara narasumber dari Diknas Kabupaten Sumbawa berjanji akan menangani secara serius dan terpadu pendidikan di daerah terpencil. Selain itu bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk memecahkan PR besar yaitu pengembangan dan peningkatan kualitas serta layanan pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Dengan adanya kemitraan dan kerjasama ini, satu per satu masalah pendidikan di wilayah terpencil dapat diselesaikan dengan baik dan ditemukan solusi yang berarti. Sementara dari akademisi, Dr. Adnan menjelaskan bahwa peningkatan kualitas dan disiplin guru menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil. Selain itu sebuah pernyataan sekaligus harapan disampaikan oleh salah seorang narasumber yakni Jabarman, S.Pd selaku Kepala SD Pusu. Ia menceritakan pengalaman mengajar selama 31 tahun di kawasan terpencil Sumbawa yaitu di Kecamatan Batulanteh. Begitu banyak pengalaman pahit manis menjadi guru di daerah terpencil yang sudah dilaluinya. Ia berharap melalui diskusi tersebut terjalin kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa dengan FKIP UNSA dalam membuka program studi PGSD. Sehingga banyak guru-guru SD yang berasal dari kawasan terpencil Sumbawa bisa kembali mengenyam pendidikan untuk Pengembangan dan peningkatan kualitas guru di daerahnya..

Kondisi pendidikan di daerah terpencil Sumbawa akan membuka semua pihak sekaligus tantangan bersama dalam mencari dan menemukan solusinya. Pendidikan yang berkualitas adalah hak semua warga negara tak terkecuali bagi mereka yang tinggal dan menetap di wilayah terpencil dan tertinggal Indonesia. (SR)

 

Lihat Juga

Desa Binaan Lentera Karya Diresmikan, UTS Awali Program dari Pernek

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15/3/2020) Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Chairul Hudaya, Ph.D dan Johan Rosihan, ST ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *