Home / Pemerintahan / Hasil Survey My Institute: Laki-Laki, Figur Muda, dan Asli Sumbawa

Hasil Survey My Institute: Laki-Laki, Figur Muda, dan Asli Sumbawa

Kriteria Pemimpin Idaman Masyarakat di Pilkada Sumbawa 2020

SUMBAWA BESAR, SR (16/1/2020)

Memasuki awal tahun 2020 tensi pemilihan Kepala Daerah di berbagai tempat kian meningkat. Tidak terkecuali di Kabupaten Sumbawa yang juga akan ikut serta memeriahkan pesta demokrasi tersebut. Sejak awal tahun 2019, berbagai tokoh telah mempromosikan diri sebagai bakal calon pimpinan daerah. Ada yang berlatarbelakang politisi, akademisi, pengusaha, tokoh masyarakat, birokrat dan beberapa latar belakang lainnya. Berbagai foto promosi hadir di tengah-tengah masyarakat. Dari baliho, visi misi di media sosial hingga menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat. Berbagai lembaga penelitian dan survei juga berlomba-lomba untuk menampilkan polling bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Namun, pada akhirnya partai menjadi salah satu faktor penentu kendaraan yang harus dimiliki bakal calon tersebut yang akan mengikuti kontestasi.

Di antara partai-partai tersebut, sudah ada yang mulai memperlihatkan calon yang akan diusung, ada juga yang masih malu-malu. Namun, apakah partai-partai tersebut telah memilih calon yang akan mewakili partainya berdasarkan kriteria penilaian masyarakat sehingga lebih mudah untuk diterima oleh pemilih? Atau dipilih berdasarkan kriteria lainnya ?. MY Institute selama rentang waktu 3-13 Januari 2020 melakukan survei “Kriteria Bakal Calon Kepala Daerah Idaman Masyarakat dalam Kontestasi Pilkada tahun 2020”.

Yadi Satriadi selaku Peneliti MY Institute menjelaskan survei yang mereka lakukan menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error 2.6%, Tingkat Kepercayaan 95% sehingga mendapatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh tingkatan kecamatan hingga desa/kelurahan. Dalam survei tersebut, Yadi dan timnya mengkaji berbagai latar belakang dari para bakal calon yang kini bermunculan di tengah masyarakat. Di antaranya, jenis kelamin bakal calon yang nantinya akan bertarung di Pilkada 2020, penilaian masyarakat tentang asal daerah bakal calon dan penilaian berdasarkan usia bakal calon kepala daerah.

Dalam penelitian MY Institute, Yadi berpendapat bahwa kecenderungan masyarakat Sumbawa menginginkan Bupati dan Wakil Bupati berjenis kelamin laki-laki berpasangan dengan laki-laki. Kecenderungan ini bisa berbanding lurus dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya di Sumbawa. Angka pilihan tersebut cukup tinggi, yaitu mencapai 53,4%. Dilanjutkan dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari jenis kelamin laki-laki berpasangan dengan perempuan yaitu sejumlah 43%. Selisih antara kedua pilihan tersebut terhitung cukup jauh, yaitu mencapai 10%. Sedangkan di urutan ketiga, sebanyak 2.5% masyarakat menilai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati berjenis kelamin perempuan dengan laki-laki. Sedangkan di posisi terakhir, hanya 1.1% yang menginginkan pemimpinnya berpasangan antara perempuan dengan perempuan. Urutan ketiga dan keempat tersebut cukuplah jauh dibandingkan urutan teratas, sehingga partai perlu memperhitungkan ketika ingin mengajukan pasangan-pasangan dengan kombinasi jenis kelamin tersebut.

Selain jenis kelamin, salah satu yang disorot dalam survei MY Institute adalah asal daerah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang nantinya akan bertarung di Pilkada 2020. Penilaian masyarakat terkait asal daerah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati perlu dinilai karena isu kedaerahan dapat dimainkan oleh pesaingnya ketika nanti masuk dalam gelanggang kontestasi. Dari hasil survei MY Institute, Yadi menyampaikan bahwa 78.2% masyarakat menginginkan pemimpinnya asli Sumbawa. Angka yang cukup tinggi untuk sebuah penolakan bakal calon yang bukan asli Sumbawa. Belum lagi 69.9% masyarakat menginginkan wakilnya harus asli Sumbawa. Perlu ada kajian-kajian mendalam secara sosiologis untuk mengungkapkan ini, terang Yadi.

Selain dua latar belakang tersebut, MY Institute juga melihat penilaian masyarakat berdasarkan usia. Disadari atau tidak, munculnya beberapa Kepala Daerah berumur di bawah 45 tahun atau pejabat kementerian maupun staf khusus Kepresidenan yang masih mudah menjadi penilaian khusus masyarakat Sumbawa terkait calon pemimpin daerahnya kelak. Menariknya, penilaian tersebut berbanding lurus dengan hasi survei. Didapatkan 54.6% masyarakat menginginkan bahwa yang terpilih menjadi Bupati Sumbawa nanti rentang usianya 30-45 tahun, sedangkan 43.9% masyarakat menginginkan Bupati Sumbawa berusia 46-60 tahun, dan terakhir hanya 1.5% masyarakat menginginkan Bupati Sumbawa berusia 60 tahun ke atas. Pilihan ini sama halnya ketika dikaitkan dengan keinginan masyarakat terhadap rentang usia Wakil Bupati. Terdapat 56% masyarakat menginginkan Wakil Bupatinya juga masih enerjik dan bersemangat, yaitu di rentang usia 30-45 tahun, sedangkan 42.2% masyarakat Sumbawa menginginkan Wakil Bupatinya berusia 46-60 tahun dan yang terakhir hanya 1,8% masyarakat yang menginkan nantinya mereka dipimpin oleh wakil bupati berusia 60 tahun ke atas.

Berdasarkan pemaparan di atas, beberapa pertanyaan kemudian muncul terkait seberapa efektifkah ketiga aspek latar belakang tersebut dapat mempengaruhi keterpilihan kepala daerah di Kabupaten Sumbawa?. Saat ini MY Institute tengah melakukan kajian mendalam terkait peluang kemenangan kandidat kepala daerah berdasarkan tiga aspek kajian latar belakang  tersebut. Aspek-aspek tersebut memiliki peranan yang siginifikan terhadap keterpilihan calon  kepala daerah. Kini, pilihannya berada di tangan partai politik. Partai Politik melihat berbagai kriteria tersebut atau melihat kriteria lainnya. (SR)

 

Lihat Juga

Korem 162/WB Semprot Disinfektan di Ponpes Qomarul Huda Loteng

LOMBOK TENGAH, SR (29/3/2020) Pemerintah bersama jajaran TNI yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas Penanganan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *