Home / Ekonomi / DPRD Sumbawa Desak Dinas Pertanian Segera Atasi Kekurangan Pupuk
Muhammad Yamin SE., M.Si

DPRD Sumbawa Desak Dinas Pertanian Segera Atasi Kekurangan Pupuk

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (15/1/2020)

Kekurangan stok pupuk di Kabupaten Sumbawa menjadi persoalan yang dikeluhkan petani terutama dalam musim hujan pertama (MH I). Untuk mengatasi persoalan ini, DPRD Sumbawa mendesak dinas tekhnis turun lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aspirasi masyarakat tani tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si yang ditemui Selasa (14/1) kemarin, mengakui sebelumnya telah memanggil para pihak untuk membahas masalah kelangkaan pupuk ini. Pertemuan yang menghadirkan Dinas Pertanian selaku instansi teknis, produsen pupuk, dan distributor ini untuk mencari solusi terhadap permasalahan kelangkaan pupuk. Termasuk meminta dinas teknis untuk lebih meningkatkan pengawasan baik di tingkat distributor, pengecer maupun kelompok tani.

Namun kenyataan sekarang, diakui Yamin Abe—akrab politisi Hanura ini disapa, masih banyak petani yang mengeluhkan kekurangan pupuk di MH pertama ini. “Kami di Komisi II yang membidangi masalah pertanian, hampir setiap waktu menerima aduan terkait kekurangan pupuk ini, sementara saat ini tanaman petani sangat membutuhkan pupuk,” kata Yamin Abe.

Sedangkan stok pupuk yang ada sebagian besar non subsidi. Untuk mendapatkan pupuk subsidi, petani diharuskan membayarnya dengan sitem paketan yaitu satu subsidi dan satunya non subsidi. “Ini sangat kami sayangkan,” sesal Ketua Badan Kehormatan DPRD ini.

Yamin juga menyayangkan adanya keterlambatan laporan masuk jumlah RDKK yang disampaikan oleh dinas teknis kepada pemerintah provinsi. Hal ini diketahuinya, ketika Komisi II melakukan kunker di provinsi. Tak itu saja, masih lemahnya pengawasan pemerintah melalui dinas tekhis terkait distribusi pupuk hingga ke tingkat bawah. Sebab sampai sekarang banyak petani yang mengeluh soal kelangkaan pupuk. “Ini bukti kalau dinas tidak turun lapangan,” tukasnya.

Harusnya menurut Yamin, masalah pupuk menjadi perhatian utama dinas terkait. Pasalnya ini bagian dari kampanye Bupati HM Husni Djibril yang menjamin tetap terjaganya ketersediaan pupuk bagi petani dan berjanji akan memberikan pupuk gratis. “Jadi sudah semestinya kepala dinas mengamankan kebijakan ini. Tapi jangankan pupuk gratis, dalam pendistribusian saja sudah terjadi permasalahan. Untuk itu pentingnya pengawasan,” tandasnya.

Selain pengawasan, Yamin menyoroti soal perencanaan dari sisi kuota pupuk. Maka data RDKK yang diusulkan oleh petani harus disikapi secara serius, sehingga pendistribusian pupuk sesuai dengan kebutuhan di tingkat lapangan. Ke depan, mantan Wakil Ketua DPRD Sumbawa ini berharap jauh hari dinas terkait dapat melengkapi administrasi tentang kebutuhan petani yang diajukan ke pemerintah pusat. Ini sangat penting agar apa yang diharapkan petani segera terealisasi tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah. “Intinya perbaiki sisi perencanaan, sisi realisasi dan sistem pengawasan, salah satunya dengan rajin turun ke lapangan mengkroscek distribusi pupuk maupun bibit kepada masing-masing kelompok tani,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Minyak Kemiri dan Madu primadona Stand UMKM Sumbawa di Jakarta

SUMBAWA BESAR, SR (14/1/2020) Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut berpartisipasi dalam acara Pameran Nasional Menapak Jejak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *