Home / Politik / Pertemuan Lalu Budi dengan Para Tokoh untuk Lahirkan Pemimpin Baru

Pertemuan Lalu Budi dengan Para Tokoh untuk Lahirkan Pemimpin Baru

SUMBAWA BESAR, SR (8/1/2020)

Sejak ditunjuk PDI Perjuangan sebagai Bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati Sumbawa, H. Lalu Budi Suryata SP mulai melakukan pertemuan silaturahim ke sejumlah tokoh termasuk tokoh-tokoh politik. Mengawali safari politiknya ini, Haji Lalu Budi bertemu dengan Ketua DPC Hanura Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik yang saat itu bersama Sekretaris DPC Muhammad Yamin SE., M.Si, Ketua DPC Nasdem Sumbawa H. Asaat Abdullah ST, Sekretaris  DPD Golkar Sumbawa Berlian Rayes S.Ag., M.Si dan beberapa tokoh lainnya. Silaturahim tersebut disambut positif Sekretaris DPC Hanura Sumbawa yang juga Ketua Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si.

Kepada SAMAWAREA, Kamis (9/1/2020) Yamin Abe—akrab politisi ini disapa menilai pertemuan silaturahim yang digelar di Mataram itu semata-mata ingin membangun kebersamaan dalam membangun Sumbawa ke depan. “Kami ingin menegaskan kepada masyarakat, bahwa kontestasi Pilkada di Sumbawa itu adalah suatu proses politik yang penuh dengan kedewasaan. Tidak timbul kebencian, saling sikut, saling membenci dan penuh dengan sakwasanka negatif terhadap orang atau kelompok lain,” kata Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumbawa ini.

Munculnya HL Budi Suryata, menurutnya adalah salah satu contoh yang ingin ditampilkan bahwa masyarakat Sumbawa adalah masyarakat yang memang egaliter. Di samping hal tersebut orang muda juga harus mulai muncul, agar tidak sampai terjadi pelambatan regenerasi, bahkan cenderung tidak terjadi kaderisasi. “Kami tidak menyentuh area konflik internal partainya, tapi tuntutan saat ini harus muncul pemimpin baru,” imbuhnya.

Yamin Abe mengemukakan alasannya mengapa harus muncul yang baru. Pertama, melihat penataan birokasi yang kurang tepat dan elok. Dan ini sangat mengganggu kinerja. “Bupati kerjanya bukan hanya mutasi dan menyuburkan KKN. Mutasi seharusnya untuk meningkatkan akselerasi dan kinerja pegawai, bukan malah sebaliknya yang terjadi,” ujarnya.

Kedua, lanjut mantan Wakil Ketua DPRD Sumbawa ini, kondisi anggaran APBD Sumbawa yang terpusat untuk pembangunan fisik teknis dengan tanpa anggaran pusat. Tentu ini akan berimplikasi terhadap DAU dan PAD secara umum kepada APBD Sumbawa. Proses pembangunan model seperti ini tentu akan membebani APBD untuk tahun berikutnya. Apalagi dengan menurunnya komunikasi OPD terhadap pemerintah pusat, karena adanya pemotongan anggarannya yang begitu signifikan. Ketiga, program 1 juta ton jagung memberi implikasi besar terhadap pemanfaatan lahan-lahan gunung dan hutan yang semakin masif. “Seandainya debit hujan yang masif rata-rata 100 ml, maka banjir itu pasti datang. Dan masih banyak persolan lain yang semakin mengkhawatirkan kita seperti stunting, angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang kurang baik. Ini pekerjaan besar bagi kita semua. Pastinya pada Pilkada Sumbawa mendatang harus muncul pemimpin baru,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Wujudkan Sumbawa Bersinar, Talif Sudir Fokus Majukan Tiga Sektor

SUMBAWA BESAR, SR (19/2/2020) Bakal Calon Bupati Sumbawa dari jalur Independen, Ir. Talifuddin M.Si mengatakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *