Home / Politik / Inilah Klarifikasi Lengkap Haji Budi Menjawab Tuduhan Haji Husni

Inilah Klarifikasi Lengkap Haji Budi Menjawab Tuduhan Haji Husni

SUMBAWA BESAR, SR (7/1/2020)

Sekretaris DPD PDI Provinsi NTB, H. Lalu Budi Suryata SP memberikan klarifikasi atas statemen politisi senior PDIP, HM Husni Djibril B.Sc yang mengaku didzolimi DPD PDIP Provinsi NTB dan menuduhnya melakukan pembohongan publik.

Dalam klarifikasinya kepada SAMAWAREA, Selasa (7/1/2020) sore, Haji Budi—sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dirinya tidak berambisi menjadi Bupati atau Wakil Bupati. Bahkan berpikir dan berniatpun juga tidak. Majunya Ia menjadi calon Bupati Sumbawa pada Pilkada Sumbawa dari PDIP, hanya untuk melaksanakan keputusan partai. Dan sebagai kader partai, Ia harus tegak lurus menjalankan dan mengamankan keputusan partai. “Saya sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB menegaskan bahwa pencalonan dan penetapan calon yang akan diusung PDI Perjuangan Propinsi NTB belum final dan masih berproses, karena finalisasi keputusan calon adalah kewenangan DPP Partai melalui DPD PDI Perjuangan Propinsi NTB,” tegasnya dalam klarifikasi yang disampaikan melalui email ini.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Haji Budi, DPD PDI Perjuangan NTB membentuk Desk Pilkada sebagai langkah awal untuk mengetahui dan merumuskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait Pilkada di NTB. Desk Pilkada ini nantinya akan menjadi dasar informasi bagi DPP dalam pengambilan keputusan. “Sekali lagi saya katakan tidak benar dan mengada-ada, beliau menuduh DPD PDI Perjuangan dzalim. Apanya yang dzalim jika keputusan saja belum ada, semua masih berproses,” tukasnya.

Finalisasi keputusan mencalonkan kader dalam Pilkada di Kabupaten Sumbawa khususnya dan NTB umumnya akan final jika sudah direstui atau ditetapkan oleh DPP Partai. Menurut Haji Budi, hasil Desk Pilkada akan menjadi referensi DPD Partai dalam mengambil keputusan. “Pak Haji Husni (Bupati Sumbawa) pasti akan dipanggil oleh DPP Partai untuk menjelaskan soal sikap beliau. Jadi terlalu prematur kalau kemudian beliau menuduh DPD Partai dzalim, atau prosesnya tidak sesuai prosedur, faktanya memang belum ada pengambilan keputusan yang notabene adalah ranah kewenangan DPP Partai. Jadi siapa yang dzalim dalam hal ini, yang menuduh kami dzalim inilah sebenarnya yang mendzolimi kami. Dan kami sebenarnya yang terdzolimi,” sergahnya.

Haji Husni Tolak Kajian Desk Pilkada PDIP

Untuk diketahui, Desk Pilkada yang dibentuk DPD PDI Perjuangan Propinsi NTB diketuai oleh Dr. Ir. HW. Musyafirin MM (Bupati Sumbawa Barat) beranggotakan HL. Budi Suryata SP, Drs. H. Ruslan Turmudzi, H. Raden Nuna Abriadi S.Ip, dan A. Rafiq (Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa). Dijelaskan Haji Budi, Desk Pilkada ini dihajatkan untuk mengevaluasi dan menganalisis peta politik Pilkada dan Pilwalkot di NTB. Setelah melalui investigasi di lapangan serta survey-survey, maka Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan Propinsi NTB merekomendasikan beberapa hal. Di antaranya membangun koalisi PDI perjuangan dan PKS dalam Pilkada dan Pilwalkot Propinsi NTB. Mendorong pencalonan H. Husni Jibril–Dewi Noviany (Novi) dalam Pilkada di Sumbawa 2020. Mendorong calon alternatif yang akan dipasangkan dengan Novi. “Ada dua nama yang muncul yang tidak etis saya sebutkan. Saya perlu tegaskan tidak ada nama saya dalam keputusan Desk Pilkada karena memang saya tidak ada ambisi untuk menjadi bupati dan wakil bupati. Kemudian Tim Desk Pilkada mengundang Haji Husni Jibril untuk melakukan klarifikasi atas hasil analisa Pilkada Kabupaten Sumbawa. Pak Bupati menolak kajian dan analisis Pilkada yang dirumuskan Desk Pilkada,” ungkap Haji Budi.

Konsekwensi dari sikap Haji Husni tersebut, akhirnya memunculkan nama H. Lalu Budi Suryata SP sebagai bakal calon alternatif dari PDI Perjuangan. Keputusan ini diambil dalam rapat di Pendopo Gubernur yang dihadiri oleh Tim Desk Pilkada NTB, H. Rahmat Hidayat, Gubernur dan timnya, yang memutuskan calon alternatif tersebut. “Jadi tidak benar jika tidak berproses. Karena kebiasaan saya yang selalu berkomunikasi dengan Pak Bupati H. Husni, selalu meminta petunjuk beliau, selain sebagai senior saya, beliau juga adalah guru sekaligus orang tua saya di Sumbawa. Beliau minta saya untuk segera jalan bersosialisasi, bertemu dengan tokoh-tokoh Sumbawa, bahkan beliau menyuruh saya membuat spanduk, baliho. Katakan, saya yang suruh, itu kata beliau kepada saya. Kata beliau juga, saya mau istirahat, kan sering saya bilang sama kamu Bud, saya hanya satu kali saja, dan salam ke Pak Rahmat saya taat kepada keputusan partai. Saya punya rekamannya apa yang dikatakan beliau. Jadi saya sedih sekali dan sangat menyesalkan beliau bilang ke media saya melakukan kebohongan public. Mana mungkin saya berani lancang mencalonkan diri saya, kalau tidak ada perintah partai dan masukan saran beliau Pak Bupati,” bebernya.

Tidak Pernah Berbohong dan Siap Melawan

Yang ingin ditegaskan Haji Budi, bahwa dia tidak akan pernah berbohong karena sebenarnya Bupati Haji Husni yang menyarankan dan memintanya untuk mempublikasikan pencalonannya. Bahkan Haji Husni telah bersumpah atas nama Allah bahwa mengikhlaskannya maju.

Terkait dengan sikap Haji Husni yang akan melawan keputusan DPP dan mencalonkan diri ke partai lain, itu sudah di luar kewenangannya. Ia selaku Sekretaris DPD PDI Perjuangan menegaskan bahwa sebagai kader partai, akan tetap mengamankan dan menjalankan keputusan partai. “Seberat apapun resikonya, jika siapa saja kader partai yang akan mengganggu ini, saya akan lawan dengan segenap jiwa raga demi loyalitas saya terhadap partai, Merdeka !!!,” cetusnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pasangan Independen Rasyidi—Sudirman Serahkan 34.510 KTP ke KPU

SUMBAWA BESAR, SR (19/2/2020) Diiringi ratib rabana, Drs. H. Rasyidi Mukhtar—Drs. H. Sudirman Malik–pasangan Bakal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *