Home / MATARAM / Dikumpulkan Gubernur, 13 Etnis di Sumbawa Nyatakan Sepakat Mendukung

Dikumpulkan Gubernur, 13 Etnis di Sumbawa Nyatakan Sepakat Mendukung

SUMBAWA BESAR, SR (5/1/2020)

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengumpulkan semua etnis yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa. Hadir di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Drs. Muhammad Ansori yang juga mewakili etnis Jawa, dan Kapolres Sumbawa AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH. Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Gubernur, Villa Matahari, Desa Labuhan Sumbawa, Minggu (5/1/2020) malam ini, melahirkan sejumlah kesepakatan termasuk siap mendukung keinginan Gubernur.

Dalam pertemuan itu, Gubernur berharap FKLE dapat berperan dalam pembangunan di daerah ini dan dapat mendukung program propinsi seperti zero waste, Industrialisasi dan NTB Hijau. Semua etnis yang hidup dan berkembang di NTB saling menyatukan kekuatan untuk membangun dan menata kehidupan yang lebih baik. Karena itu, agar NTB terus melaju kencang, maka keberagaman itu harus terus dirawat. Tidak lagi mempertentangkan perbedaan atau menonjolkan primordialisme. Namun, yang dilakukan adalah kerendahan hati untuk saling menghargai perbedaan, tanpa harus melihat latar belakang agama, suku, ras, golongan, warna rambut dan bentuk mata.

Di bagian lain, Gubernur menekankan pentingnya menjaga lingkungan. FKLE harus menjadi pemecut untuk menghijaukan Sumbawa. “Tugas FKLE menghijaukan kota, tidak perlu tunggu Pemda atau anggaran APBD. Ketika kita sudah mulai bekerja orang akan datang dan tergugah untuk ikut berperan. Sebab selama ini bekerja dalam sunyi demi kemaslahatan bersama, ini yang masih kurang. Rata-rata kita saling mengandalkan sehingga tidak ada yang mau bergerak. Kami minta FKLE yang menjadi motor penggeraknya,” ujar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Wakil Ketua FKLE Sumbawa, Deny Wardana menyatakan FKLE sepakat mendukung apa yang menjadi harapan Gubernur. Pihaknya dari gabungan seluruh etnis yang ada di Sumbawa akan melakukan langkah kongkrit. Dan dalam waktu dekat akan melakukan penanaman pohon secara masif untuk menghijaukan Kota Sumbawa. Masing-masing etnis telah diwajibkan menyediakan pohon dalam jumlah yang proporsional. Selain penghijauan, FKLE juga akan mendukung terciptanya keamanan dan kondusifitas daerah. Rasa memiliki terhadap daerah menjadi kunci kerukunan dan keharmonisan yang menjadi pemantik terciptanya kondusifitas. “Ada rasa memiliki. Meski mereka lahir dan berasal daerah lain di Indonesia, namun mereka sudah merasa menjadi warga Sumbawa. Sehingga, tanggung jawab untuk menjaga, membangun dan membantu pemerintah daerah menjadi kewajiban yang harus dilakukan,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio SIK MH mengatakan bahwa kerukunan antar etnis dan agama di Kabupaten Sumbawa sangat terasa. Keberadaan berbagai etnis yang tergabung dalam FKLE sangat membantu jajarannya dalam menjaga keamanan wilayah. Karena itu setiap kegiatan yang bersifat sosial dan keamanan, pihaknya kerap melibatkan lintas tokoh etnis dan tokoh agama. Karena itu di hadapan Gubernur, Kapolres menjamin keamanan dan kondusifitas Sumbawa selalu terjaga.

Kapolres juga menyatakan dukungannya terhadap apapun yang dilakukan masyarakat terutama FKLE dalam rangka menjaga Kamtibmas. Dalam setiap pertemuan dengan FKLE, Kapolres selalu menekankan pentingnya menjaga citra daerah. Karena dengan citra yang baik, investor akan tertarik berinvestasi dan pembangunan akan berkembang pesat.”Mari kita viralkan daerah kita sebagai daerah yang aman dan nyaman untuk berinvestasi,” cetusnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Kadis Koperindag dan Sekdis Dukcapil KSB Diduga Terlibat Politik Praktis

SUMBAWA BARAT, SR (15/1/2020) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa Barat dalam waktu dekat akan ...

One comment

  1. Sederhana tapi akrab dan menyentuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *