Home / HukumKriminal / Pecandu Narkoba di Sumbawa Didominasi Kalangan Pelajar
Plt Kepala BNN Sumbawa, Ahmady didampingi Kasi Rehabilitasi, Elya Andriani SKM

Pecandu Narkoba di Sumbawa Didominasi Kalangan Pelajar

SUMBAWA BESAR, SR (10/12/2019)

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumbawa sudah sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya masyarakat umum yang terjerat, narkoba sudah jauh merambah kalangan pelajar. Bahkan secara mengejutkan, pecandu narkoba di Kabupaten Sumbawa didominasi kalangan pelajar. Hal ini terungkap melalui program rehabilitasi yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa. Sepanjang Tahun 2019, banyak pelajar tingkat SMP dan SMA yang direhab, di samping PNS, swasta dan mahasiswa.

Plt Kepala BNN Sumbawa, Ahmady didampingi Kasi Rehabilitasi, Elya Andriani SKM dalam jumpa persnya, Selasa (10/12), mengakui hal itu. Sejak terbentuk September 2016 hingga Desember 2019, BNN Sumbawa telah merehabilitasi 237 orang. Setiap tahun terus mengalami peningkatan, kecuali tahun 2019 sedikit menurun. Tahun 2016 tercatat 16 orang, meningkat menjadi 66 orang pada Tahun 2017. Jumlah yang rehab terus meningkat di Tahun 2018 mencapai 81 orang. Dan Tahun 2019 ini tercatat 73 orang. Pada tahun ini, pelajar menempati posisi teratas dengan jumlah 33 orang. Selebihnya swasta, mahasiswa, dan tenaga kerja, termasuk 4 orang PNS. Jika dilihat dari asal wilayah, lanjut Ahmady–sapaan pejabat low profil ini, pasien rehabilitasi lebih banyak berasal dari Kecamatan Alas, lalu Sumbawa, Unter Iwis, Badas, Moyo Hilir, Moyo Utara, Plampang dan Labangka. Sejumlah pecandu narkoba ini ungkap Ahmady, direhab di sejumlah fasilitas kesehatan atau yang disebut Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Selain Klinik Pratama BNN Sumbawa, juga RSUD Sumbawa, Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA), RS PKU Sinar Medika Muhammadiyah Sumbawa, Puskesmas Alas, Puskesmas Empang, Puskesmas Unter Iwes dan Puskesmas Labuhan Badas.

Untuk mengatasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumbawa, Ahmady mengatakan, BNNK Sumbawa selaku leading sektor terkait lebih menekankan langkah preventif atau pencegahan. Sebagai langkah pencegahan atau preventif, BNNK Sumbawa gencar melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan instansi/OPD, pendidikan (sekolah), dan masyarakat. Selain mengadakan sosialisasi, BNNK Sumbawa juga melakukan perjanjian kerjasama (MoU). MoU itu sudah terjalin di 16 sekolah. Selain MoU, BNNK Sumbawa gencar melaksanakan sosialisasi. Seperti 36 kali di lingkungan pendidikan, 37 kali di lingkungan masyarakat dan 11 kali di lingkup instansi pemerintah. BNNK juga telah melaksanakan kegiatan tes urine di sekolah, Lapas Klas IIA Sumbawa, Imigrasi, BUMN, Karantina Hewan Labuhan Badas, dan tempat hiburan malam. Tak hanya itu, BNNK Sumbawa melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Penggiat Anti Narkoba yang beranggotakan 45 orang. Penggiat tersebut berperan aktif sebagai kader. “Bersama penggiat inilah, BNNK memberikan pencerahan tentang bahaya narkoba, pendampingan, advokasi korban atau keluarga korban penyalahgunaan narkoba untuk bersedia direhabilitasi. Tidak dipungut biaya dan tidak akan dijerat hukum,” tandasnya.

Di akhir jumpa persnya, Ahmady menghimbau para pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba agar segera berhenti dari kebiasaannya. Pasalnya, selain berisiko hukuk, narkoba dapat merusak sistem syaraf tubuh dan menghancurkan masa depan. “Pastinya dengan mengkonsumsi narkoba kita akan mendapatkan 4 hal, yaitu bodoh, gila, penjara dan mati,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pimpin Apel Perdana, Ini Penekanan Kapolda NTB

MATARAM, SR (16/1/2020) Kapolda NTB, Kombes Pol Drs Tomsi Tohir M.Si memimpin apel perdana sejak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *