Home / HukumKriminal / Modus Pelajar Jual Narkoba Sepaket dengan Jual Diri
Salah satu pelajar pecandu narkoba yang direhab BNNK Sumbawa

Modus Pelajar Jual Narkoba Sepaket dengan Jual Diri

SUMBAWA BESAR, SR (10/12/2019)

Bukan hanya menjadi pecandu narkoba, sejumlah pelajar di Sumbawa sudah berani menjual barang haram tersebut. Yang mencengangkan, selain masih SMP, oknum pelajar tersebut menjual narkoba sepaket dengan menjajakan dirinya. Bahkan ada juga yang menukar tubuhnya dengan narkoba. Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNN) Sumbawa di kantornya, Selasa (10/12).

Plt Kepala BNN Sumbawa, Ahmady didampingi Kasi Rehabilitasi, Elya Andriani SKM

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Sumbawa, Elya Andriani SKM yang mendampingi Plt Kepala BNNK Sumbawa, Ahmady, mengatakan bahwa pada tahun 2019 ini angka pecandu narkoba yang direhabilitasi di Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL), didominasi kalangan pelajar. Tercatat 33 orang pelajar dari 73 pecandu narkoba yang direhab, selebihnya swasta, mahasiswa dan PNS. Dari komunikasinya dengan pelajar yang direhab, terungkap bagaimana mereka bisa terjerat narkoba. Dituturkannya, berawal dari merokok, lalu mencicipi minuman beralkohol, hingga tramadol, komix dan akhirnya narkoba. Ada juga keyakinan dari para pelajar ini, dengan mengkonsumsi narkoba memunculkan kepercayaan diri. Tidak berani mencoba narkoba dianggap cupu dan ketinggalan zaman, serta disisihkan dari kelompok. Selain itu kecendrungan mereka memakai narkoba karena berteman dengan orang yang tidak sebaya. Misalnya anak SMP berteman dengan anak SMA atau anak kuliahan. Secara tidak langsung anak SMP ini diperalat. Dari para pelajar pecandu narkoba ini, Elya—sapaan akrab wanita cantik berkacamata ini menyebutkan, beberapa di antaranya perempuan. Untuk mendapatkan narkoba, dilakukan dengan cara barter, harus mengorbankan tubuhnya untuk dinikmati. Yang parahnya lagi ada pelajar perempuan yang masih SMP yang menjual narkoba sepaket dengan menjual diri. Tarifnya rata-rata Rp 500 ribu, 200 ribu untuk harga narkoba dan 300 ribu harga birahi. Mereka melakukannya karena dipandu germo atau mucikari yang ‘menjualnya’ dengan pria hidung belang atau pengguna narkoba lainnya. Sebagian mereka ini dari kalangan tidak mampu. Bahkan ada juga siswa berprestasi. Karena salah pergaulan, akhirnya terpengaruh dan ikut-ikutan. “Ini yang membuat kita miris dan prihatin,” tukasnya.

Disinggung mengenai hasil rehabilitasi yang dilakukan selama ini, Elya mengaku sudah ada yang pulih, namun ada kemungkinan untuk kembali mengkonsumsi narkoba. Untuk mencegahnya, BNNK Sumbawa berkoordinasi dengan pihak sekolah terutama guru BP. Biasanya siswa yang kedapatan mengkonsumsi narkoba dikeluarkan dari sekolah karena dikhawatirkan akan mempengaruhi siswa lainnya. Dan BNNK tidak bisa mengintervensi kebijakan sekolah tersebut. Salah satu upayanya adalah menjalin MoU dengan sekolah bersangkutan. Dengan MoU ini, sekolah diharapkan tidak mengeluarkan siswa itu melainkan dirangkul dan dilakukan pendampingan khusus agar dapat memahami kondisi siswa sekaligus mencari solusi untuk mengatasinya. Sebab jika diberikan sanksi dengan cara mengeluarkannya dari sekolah justru menambah masalah karena siswa ini akan menjadi liar dan tak terkontrol. Selain sekolah, BNNK melakukan pendekatan dengan orang tua atau keluarga siswa pecandu narkoba. Pendekatan ini dilakukan saat orang tua mendampingi siswa itu untuk mengikuti program rehabilitasi atau konseling di Klinik Pratama BNN atau IPWL lainnya. Kepada orang tua, pihaknya menjelaskan bagaimana kondisi anak, dan bagaimana menghadapi prilaku anak. “Masalah pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini menjadi hanya tanggung jawab BNN semata tapi semua pihak, agar tidak ada lagi anak-anak atau generasi yang menjadi korban narkoba, dan layu sebelum berkembang,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Bawaslu Sumbawa Segera Klarifikasi 7 Kadis dan 1 Kepala Sekolah

Diduga Terlibat Politik SUMBAWA BESAR, SR (13/1/2020) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa dalam waktu dekat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *