Home / Ekonomi / Kartu Tani untuk Pengambilan Pupuk Mulai Didistribusikan

Kartu Tani untuk Pengambilan Pupuk Mulai Didistribusikan

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS PERTANIAN PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN KSB

SUMBAWA BARAT, SR (4/12/2019)

Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mulai mendistribusikan Kartu Tani untuk pengambilan pupuk bersubsidi. Ditemui SAMAWAREA, Kepala Distanbunak KSB, Suhadi SP., MP mengaku mulai Selasa (2/12) pembagian Kartu Tani untuk pengambilan pupuk subsidi didistribusikan. Pembagian Kartu ini dimulai dari Kecamatan Poto Tano Desa Senayan, Desa Kokarlian, Desa Mantar dan Tua Nanga. “Dalam pemberian Kartu Tani ini bekerjasama dengan BRI yang menerbitkan Kartu Tani yang berisi jumlah kuota pupuk subsidi,” kata Suhadi.

Usai Poto Tano, pembagian kartu tani itu berlanjut ke kecamatan lain secara bergantian agar bisa fokus dan meminimalisir adanya masyarakat yang belum mendapatkan Kartu Tani. Pihaknya menargetkan Kartu Tani akan tuntas dibagikan pada minggu ketiga Bulan Desember ini, mengingat kebutuhan petani akan pupuk kian mendesak. “Kami berharap kepada semua pihak apabila ada yang belum terdata dan belum mendapatkan Kartu Tani segera melapor ke KCD terdekat atau bisa langsung kepada kami di kantor Distanbunak,” imbuhnya.

Ia berharap dengan adanya sistem baru dalam pengambilan pupuk, masyarakat bisa lebih teratur dan haknya terjamin serta tidak berebutan karena di dalam kartu tersebut sudah tercatat kuota masing masing petani sesuai dengan luas lahannya. Kapanpun petani ingin mengambil kuotanya, tetap tersedia. Setiap petani tidak bisa mengambil pupuk lebih dari jatah yang ditetapkan. Demikian dengan pengecer tidak akan berani bermain untuk menjual ke petani lainnya. Selama ini banyak pengecer yang jika petani lama mengambil hak pupuknya, dijual ke petani lain, bahkan berdalih pupuk habis. Demikian juga dengan petaninya tidak bisa membohongi pengecer dengan mengatakan belum pernah mengambil jatah. Karena akan terlihat dalam kuota Kartu Taninya. “Jadi setiap pengecer memastikan setiap warga yang mengambil pupuk harus menggunakan kartu supaya tidak ada yang dirugikan,” ujarnya mengingatkan.

Suhadi menyatakan bahwa ketersediaan pupuk di KSB tidak pernah berkurang setiap tahunnya. Petani tetap mendapat bantuan pupuk bersubsidi sesuai dengan kuota masing masing. Hanya karena ada oknum yang sering bermain dengan pupuk ini, makanya Pemda melalui leading sektor terkait menerbitkan kartu tani ini untuk mengantisipasi makelar pupuk. “Kalau ada pengecer yang terbukti melakukan kesalahan dan terbukti tidak memberikan hak kepada masyarakat, akan diberikan sanksi bahkan bisa dipidana,” tandasnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Presdir Amman Mineral Jadi Pembicara Perubahan Iklim di Spanyol

“Sektor Swasta Perlu Didorong untuk Beyond Compliance” SPANYOL, SR (11/12/2019) Pemerintah harus terus mendorong sektor ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *