Home / HukumKriminal / Catut Nama Kasat Reskrim, Minta Uang untuk Selesaikan Kasus

Catut Nama Kasat Reskrim, Minta Uang untuk Selesaikan Kasus

SUMBAWA BESAR, SR (4/12/2019)

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua warga Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara terkait penjualan benih jagung bantuan pemerintah, dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut mencatut nama Kasat Reskrim Polres Sumbawa untuk meminta sejumlah uang kepada keluarga terduga, Rabu (4/12). Melalui telepon seluler, oknum ini berjanji akan membebaskan kedua terduga dan menutup kasus tersebut. Dalam percakapan, oknum penipu itu mengaku sebagai Kasat Reskrim Polres Sumbawa dan siap membantu menyelesaikan kasus dua terduga. Kepada keluarga terduga, oknum yang belakangan diketahui adalah penipu ini meminta uang sebesar Rp 200 juta. Beruntung, keluarga terduga melakukan konfirmasi ke pihak kepolisian untuk memastikannya, sehingga selamat dari aksi penipuan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Faisal Afrihadi SH yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (4/12) mengaku bahwa bukan pertamakali namanya dicatut. Saat masih menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Sumbawa selalu ada yang mencatut namanya dan nama Kapolres Sumbawa. Modusnya sama, membebaskan pelaku yang tertangkap dengan syarat menyediakan sejumlah uang.

Karenanya Ia menghimbau masyarakat agar tidak mempercayai siapapun yang mengaku sebagai Kapolres maupun Kasat Reskrim untuk meminta sejumlah uang. Pasalnya, pihaknya tidak pernah meminta apapun kepada keluarga dari para pihak yang sedang berurusan dengan hukum. “Jika ada oknum yang mengatasnamakan saya atau Kapolres untuk meminta sejumlah uang harap dikonfirmasi ke Polres Sumbawa. Jangan sekali-kali mempercayainya,” tegasnya.

Terkait kasus OTT Benih Jagung Bantuan Pemerintah, Faisal—akrab perwira ramah ini disapa, menyatakan masih dalam tahap penyelidikan. Kedua terduga sudah dipulangkan dan untuk sementara dikenakan wajib lapor. Sebab dari informasi yang diperoleh, benih jagung bantuan pemerintah yang diperjualbelikan ini berasal dari luar daerah, bukan untuk petani di Sumbawa. “Intinya kami professional dalam menangani kasus. Jika mengarah dan terbukti, kasus dilanjutkan. Jika belum terpenuhinya alat bukti, kasusnya dihentikan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua orang warga Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara yang diduga menjual bebas bibit jagung bantuan pemerintah. Penangkapan terhadap dua warga berinsial MS dan SH itu dilakukan di desa setempat, Senin (2/12) sekitar pukul 12.00 Wita. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan tiga zak bibit Jagung Super Hibrida jenis Bisi cap Kapal Terbang. Di kemasan tertulis “Benih Bantuan Pemerintah Tidak untuk Diperjualbelikan”. Selain uang Rp 5 juta hasil transaksi penjualan benih jagung bantuan pemerintah ini. (SR)

Lihat Juga

Miris !! Oknum Guru Agama di KSB Tertangkap Miliki Shabu

SUMBAWA BARAT, SR (11/12/2019) Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang Guru Agama Islam berstatus PNS berinisial ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *