Home / Ekonomi / Selamat !! Miftah dan Wahyu Pasangan Muda Inspiratif dari NTB

Selamat !! Miftah dan Wahyu Pasangan Muda Inspiratif dari NTB

Acara Puncak di Metro TV, 7 Desember 2019, Pukul 19.00 WIB

SUMBAWA BESAR, SR (2/12/2019)

Miftahul Arzak, S.Ikom., MA dan Wahyu Aulia Utami Safitri, S.STP—pasangan suami istri (pasutri) menjadi salah satu dari 25 pasangan Inspiratif dan Berprestasi se-Indonesia. Miftah dan Wahyu menjadi satu-satunya pasangan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah bersaing dengan 1000 pasangan lainnya di seluruh Indonesia pada kegiatan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini.

Miftah kesehariannya bekerja sebagai Rektor di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea). Sedangkan istrinya, Wahyu bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Ketertarikan panitia terhadap Miftah dan Wahyu dilihat dari berbagai sudut pandang. Miftah menjadi salah satu rektor termuda di Indonesia dengan umur 29 tahun pada 5 Desember 2019 nanti. Sedangkan Wahyu memiliki latar belakang pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Mereka melangsungkan Pernikahan 3 tahun silam dan sudah membangun beberapa kegiatan sosial di Sumbawa.

Beberapa kegiatan sosial yang mereka kerjakan bersama di tengah kesibukannya adalah membangun Komunitas PIJAR, yaitu kelompok Pemuda yang memberikan bantuan buku, Al-Quran dan melatih anak-anak di beberapa titik Sumbawa untuk belajar menulis dan membuat kerajinan tangan. Selain itu, di tengah kesibukannya sebagai Rektor dan ASN, Miftah dan Wahyu bersama satu rekannya, Yadi Satriadi membangun Lembaga Survei Sosial dan Politik, MY Institute. MY Institute sudah melahirkan berbagai hasil survei. Di antaranya sudah 3 tahun mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa untuk melakukan survei kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan permasalahan sosial yang ada di Sumbawa. Selain itu, MY Institute dan Komunitas PIJAR juga pada Februari tahun 2019 lalu mengadakan kegiatan MY Parlemen, yaitu menjaring 24 anak muda dari seluruh kecamatan yang ada di Sumbawa. Tujuannya untuk mengetahui permasalahan sosial tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kebencanaan dari anak-anak muda asal kecamatan tersebut. Penilaian terakhir yang menarik hati panitia adalah pola asuh yang diterapkan oleh Miftah dan Wahyu untuk anak mereka, Shafiyyah Al-Khansa Arzak. Yaitu dengan selalu melibatkan Shafiyyah dalam setiap kesibukan sosial yang mereka jalani, menjaga Shafiyyah dalam setiap kesibukannya. Karena Wahyu selain menjadi ASN, dia tetap membawa Shafiyyah ke kantornya. Tujuannya untuk tetap memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif dan menjaga tumbuh kembang Shafiyyah.

Di tengah kegiatan yang dimulai sejak tanggal 29 November itu, Miftah dan Wahyu bertemu dengan beberapa pasangan Inspiratif dan Berprestasi lainnya dengan berbagai latar belakang. Ada yang berprofesi sebagai Penulis, Motivator, Akademisi, Angkatan Laut, dan Pekerja Sosial. Miftah dan Wahyu bersyukur sudah menjadi salah satu dari 25 pasangan Inspiratif dan Berprestasi yang sudah membawa nama daerah di kancah Nasional, dan berharap agar selalu dapat berbuat positif untuk sekitar kedepannya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh MA menyampaikan bahwa Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi 2019 se-Indonesia ini bertujuan untuk menyampaikan Good News is Good News. “Melihat saat ini kita banyak diterpa berita-berita buruk tentang keluarga yang disiarkan di layar kaca media. Misalnya, berita tentang perceraian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan berita kekerasan terhadap anak. Namun, di balik itu masih banyak pasangan-pasangan, terutama pasangan muda yang berprestasi dan dapat menginspirasi sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan ini tujuannya untuk menghadirkan pasangan-pasangan tersebut,” kata Doktor Asrorun.

Disebutkan sekitar 1000 pendaftar mengikuti ajang bergengsi itu. Panitia Seleksi melakukan penjaringan peserta hingga 165 pasangan dengan melihat persyaratan, Warga Negara Indonesia (WNI), batas usia pendaftar 30 tahun setiap pasangan, usia pernikahan minimal 1 tahun dan minimal umur suami saat melangsungkan pernikahan yaitu 23 tahun serta istri 21 tahun. Dari 165 pasangan diseleksi kembali menjadi 65 Pasangan dengan menilai esai-esai yang dikirimkan terkait wawasan tentang Keluarga Harmonis, Inspirasi Pengasuhan Anak, Cara Mencegah KDRT, Perlindungan Anak, Pemuda Sahabat Anak, Kesehatan Reproduksi, Kesetaraan Gender dan Cara Mencegah Konflik Pernikahan. Akhirnya pada tanggal 25 November 2019 terpilih 25 Pasangan dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang dan prestasi. Salah satunya adalah Miftahul Arzak, S.Ikom., MA dan Wahyu Aulia Utami Safitri, S.STP. Untuk acara puncaknya nanti akan disiarkan secara langsung oleh Metro TV pada 7 Desember 2019, pukul 19.00 WIB. (SR)

Lihat Juga

SMKN 3 Sumbawa Kembali Ditunjuk Jadi Pusat Tes CPNS

SUMBAWA BESAR, SR (6/12/2019) SMK Negeri 3 Sumbawa kembali ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan tes CPNS ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *