Home / HukumKriminal / Jual Benih Jagung Bantuan Pemerintah, Dua Warga Penyaring di-OTT Polisi

Jual Benih Jagung Bantuan Pemerintah, Dua Warga Penyaring di-OTT Polisi

SUMBAWA BESAR, SR (2/12/2019)

Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua orang warga Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara yang diduga menjual bebas bibit jagung bantuan pemerintah. Penangkapan terhadap dua warga berinsial MS dan SH itu dilakukan di desa setempat, Senin (2/12) sekitar pukul 12.00 Wita. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan tiga zak bibit Jagung Super Hibrida jenis Bisi cap Kapal Terbang. Di kemasan tertulis “Benih Bantuan Pemerintah Tidak untuk Diperjualbelikan”. Selain uang Rp 5 juta hasil transaksi penjualan benih jagung bantuan pemerintah ini.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Faisal Afrihadi SH menunjukkan barang bukti OTT penjualan Bibit jagung bantuan pemerintah

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap orang yang diduga menjual bibit jagung bantuan pemerintah. Tindakan yang dilakukan jajarannya ini menindaklanjuti informasi maraknya penjualan bibit bantuan. Bermula dari akun salah seorang facebooker di Jual Beli Online Sumbawa, yang menawarkan bibit jagung tersebut seharga Rp 750 ribu. Polisi pun menyamar menjadi pembeli dan bertransaksi melalui inbox sejak Minggu (1/12) malam. Anggota menawarkan harga Rp 700 ribu per zak dan membutuhkan sekitar 20 zak. Kebetulan terduga ini mengaku memiliki stok 25 zak. Setelah sepakat, Senin (2/12) siang, anggota ini meluncur ke Desa Penyaring. Dalam penyamaran itu, salah seorang anggota menyerahkan uang muka pembelian benih jagung itu kepada terduga. Saat itulah muncul anggota lain melakukan penyergapan. Benih jagung sebanyak 3 zak dan uang transaksi diamankan untuk dijadikan barang bukti. Kedua terduga langsung dibawa ke Polres Sumbawa untuk proses lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan, ungkap Kasat Faisal, terduga mengaku membeli bibit jagung itu dari seseorang seharga Rp 650 ribu per zak, yang kemudian dijual Rp 750 ribu. Karena itu pihaknya masih mendalami untuk memastikan pasal yang akan disangkakan kepada terduga. Selain itu mengungkap pelaku lainnya yang terlibat dalam penjualan benih jagung bantuan pemerintah ini. (JEN/SR)

Lihat Juga

Mitan Mahal, Pertamina Sebut Ranah Polisi untuk Bertindak

SUMBAWA BESAR, SR (7/12/2019) Dalam beberapa bulan ini minyak tanah (mitan) langka. Padahal masih banyak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *