Home / HukumKriminal / Angka Kecelakaan Lalulintas di Sumbawa Menurun

Angka Kecelakaan Lalulintas di Sumbawa Menurun

SUMBAWA BESAR, SR (12/11/2019)

Angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Sumbawa sepanjang Tahun 2019 dalam  kurun waktu Januari hingga Oktober 2019, tercatat 145 kasus. Dari jumlah kecelakaan ini, mengakibatkan 18 orang meninggal dunia, 43 luka berat, 221 luka ringan dan kerugian material mencapai Rp 441 juta. Demikian diungkapkan Kasatlantas Polres Sumbawa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bowo Tri Handoko SE., SIK dalam keterangannya, Selasa (12/11).

Meski demikian jumlah angka kecelakaan ini kata AKP Bowo—akrab perwira low profil ini disapa, trendnya terbilang menurun jika dibandingkan dengan kasus kecelakaan yang terjadi pada kurun waktu yang sama (Januari—Oktober) Tahun 2018 lalu. Pada tahun 2018, angka kecelakaan lalulintas mencapai 166 kasus, dengan 68 orang meninggal dunia, 10 luka berat dan 261 luka ringan serta kerugian material Rp 447.950.000. “Jika dibandingkan tahun lalu, pada tahun 2019 ini angka kecelakaan mampu ditekan hingga 13 persen atau 21 kasus. Demikian dengan korban meninggal dunia berhasil diminimalisir, dari 68 meninggal dunia, kini hanya 18 orang, menurun hingga 74 persen,” bebernya.

Dengan menurunnya angka kecelakaan ini, diakui Kasat Bowo, sebagai bukti keberhasilan jajarannya terhadap berbagai upaya dalam rangka membangkitkan kesadaran masyarakat terutama para pelajar untuk bersama-sama menciptakan Kamseltibcarlantas. Di antaranya terus menggiatkan operasi dalam rangka meminimalisir kasus pelanggaran lalulintas. Pasalnya pelanggaran merupakan embrio terjadinya kecelakaan. Pihaknya melalui Dikmas Lantas juga setiap harinya berkeliling ke sekolah sekaligus menjadi Pembina upacara untuk mensosialisasikan hal tersebut dalam rangka menciptakan Kamseltibcarlantas dan masyarakat yang sadar hukum. Kehadiran polisi ini sekaligus menertibkan anak-anak di bawah umur terutama para pelajar SMP yang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Satlantas Polres Sumbawa juga giat mengajak masyarakat untuk mempertahankan predikat Sumbawa sebagai kota yang tertib berlalulintas yang dibuktikan dengan empat kali berturut-turut mendapat penghargaan Satya Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan RI. Minimal di pagi hari pengendara roda dua menggunakan helm. Sebab indicator atau cermin tingkat disiplinnya masyarakat dalam berlalulintas adalah pengendara menggunakan helm. “Kami sudah memasang baliho di berbagai tempat, sosialisasi di berbagai media, serta intensif turun ke lapangan. Kami terus mengajak masyarakat untuk tertib berlalulintas dan tertib berkampanye karena merupakan ciri masyarakat Sumbawa yang bermartabat dan berbudaya,” pungkasnya. (SR)

 

Lihat Juga

Boss Harapan Baru Hibahkan Tanah ke Pemda Seharga 7,5 Miliar

SUMBAWA BESAR, SR (13/12/2019) Konstribusi Nyonya Lusy–Boss Harapan Baru, terhadap Daerah Kabupaten Sumbawa patut diberikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *