Home / Pendidikan / Meneladani Rasulullah Sebagai Kepala Keluarga, Pemimpin Negara dan Kepala Pemerintahan

Meneladani Rasulullah Sebagai Kepala Keluarga, Pemimpin Negara dan Kepala Pemerintahan

JAKARTA, SR (10/11/2019)

Legislator asal Sumatera Barat II, Nevi Zuairina, mengajak seluruh elemen bangsa terutama para pejabat pemerintahan baik yang di pusat maupun di daerah, baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif, pada moment Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini agar dijadikan sebuah komitment untuk meneladani pola kerja dan kinerja Nabi Muhammad dalam membangun peradaban ummat di dunia. “Semua sudah mengakui, dalam sejarah peradaban manapun, hanya risalah Rasulullah SAW yang telah terbukti membawa kemajuan peradaban manusia sesuai tuntunan Ilahiyah yang menuju keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan,” ucap Nevi.

Politisi PKS ini menambahkan, Rasulullah dalam sejarah perjuangannya menyebarkan risalahnya, baik secara langsung bersilaturahmi, maupun dengan surat kepada para pemimpin dunia pada zamannya, memiliki prosedur yang sangat jelas. Tawaran pertama adalah ajakan untuk hidup dalam keselamatan di dunia dan di akhirat sesuai risalah yang dibawa dengan penuh perdamaian. Tentu tawaran ini bagi para pemimpin dunia pada saat itu ada yang menolak, ada yang menerima.

Nevi mengatakan, Rasulullah Muhammad SAW, lahir dan besar dari daerah yang tidak pernah diperhitungkan oleh peradaban-peradaban lain di dunia. Rasulullah tidak pernah studi banding tentang perekonomian, kepemimpinan dan ilmu pengetahuan kepada negara-negara adidaya tetangga tempat ia besar dalam kehidupannya yakni Romawi, Persia, Afrika maupun Yaman. Rasulullah yang buta huruf, murni ilmu yang didapat adalah berasal dari sang pencipta, Allah SWT.

Namun pada kenyataannya, lanjut Nevi, pada akhir hayatnya, penuntasan risalah Rasululullah SAW bukan hanya disempurnakan oleh Allah dalam ajarannya saja, tetapi juga paparan ajarannya sudah menjangkau prihal informasi apa yang Rasulullah bawa sehingga diketahui oleh lebih setengah area wilayah dunia meskipun tidak semua menerima ajaran tersebut. Semua tidak menyangka pada saat itu, sebuah wilayah yang tidak diperhitungkan, negeri gersang dengan padang pasir yang luas, memunculkan sebuah peradaban yang kini telah menyebar di seluruh dunia. Ini yang membuat keyakinan, tidak mungkin ini buah pemikiran manusia, akan tetapi adalah bimbingan wahyu dari Allah SWT. “Saya sangat kagum kepada Nabi Muhammd sebagai sosok seorang pemimpin, yang sangat kuat karakternya bukan saja membentuk pribadi dirinya, namun bisa menularkan karakter yang hebat pada para sahabatnya. Di dunia ini, sudah tidak ada manusia super yang sendirian hebat. Tapi adalah sebuah tim untuk membangun sebuah kebaikan yang dapat dirasakan oleh masyarakat banyak,” ujar Nevi.

Karakter yang dibangun oleh Rasulullah SAW kepada para sahabatnya, lanjut Nevi, bukan sekedar karakter yang tujuan akhirnya kemuliaan dunia. Harta kekayaan maupun pangkat jabatan, bukan sebuah ukuran. Bagaimana para sahabat-sahabat yang mulia didikan Rasulullah, bukan status dunia sebagai tujuan dalam menjalani kehidupannya. Tapi ketakwaan dan kesalihan yang dibingkai oleh kejujuran dan kesabaran baik secara pribadi maupun masyarakat, menjadi sebuah standard dalam menjalani hidup.

Kemampuan tauladan yang diberikan Rasululullah, tambah Nevi, telah membongkar kebiasaan lama yang penuh dengan karakter menindas menjadi kasih sayang, yang tadinya melecehkan menjadi menghargai, yang merendahkan menjadi menghormati, yang adanya diskriminasi menjadi kesetaraan. Itu semua adalah nilai-nilai kebaikan universal yang perlu ditiru untuk diterapkan di dunia nyata ini sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tidak mudah runtuh di era digital yang serba mudah tersebar hoax provokatif. “Rasulullah adalah Negarawan dan pemimpin sejati baik di masyarakat maupun keluarganya. Semoga para penggerak negeri ini, mulai dari pusat sampai daerah, mampu meneladani Rasulullah SAW. Moment maulid nabi ini dijadikan komitmen dalam diri masing-masing, untuk memiliki jiwa melayani, menjadi lebih baik di hari-hari berikutnya. Negara kita sangat memerlukan keteladanan. Keteladanan dengan moral sesuai budaya bangsa kita yang universal yang sesungguhnya sama persis dengan ajaran kebaikan yang dibawa Rasulullah. Ketika pemimpin baik, insyaa Allah negeri ini akan semakin diberkahi menuju bangsa yang baik dan bermartabat,” tutup Nevi Zuairina. (SR)

Lihat Juga

Dihadiri 20 Negara, UTS Siap Jadi Tuan Rumah APO 2020

SUMBAWA BESAR, SR (6/11/2019) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah untuk pertemuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *