Home / Kesehatan / Gubernur Berharap Muncul Inovasi Teknologi Medis di NTB

Gubernur Berharap Muncul Inovasi Teknologi Medis di NTB

MATARAM, SR (9/11/2019)

Provinsi NTB memiliki pesona sendiri untuk memantik antusiasme orang datang berkunjung. Tidak hanya berkunjung untuk menikmati keindahan destinasi-destinasi wisata terbaik NTB, namun juga menyelenggarakan berbagai kegiatan atau event, baik berskala nasional maupun internasional. Salah satunya adalah The 3rd Biennial Asia Pasific Research Conference, yang dilaksanakan di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Sabtu (9/11/2019) pagi. Kegiatan itu untuk membahas kolaborasi riset inovasi medis dengan negara-negara di Asia Pasifik. Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dan peserta. Mereka berasal tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari negara-negara di Asia Pasifik, salah satunya Philipina. Narasumber yang hadir di antaranya dari Philipina Prof. Dr. Jose Jurrel Nuevo, dari Malaysia Prof. Dr. Moch. Nazil Salleh, dari Indonesia Dr. Azwar Miftah serta Alfisaharin, M.Si sebagai moderator internasional.

Pada acara yang digelar Politeknik Medica Farma Husada itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah menaruh harapan agar NTB memiliki inovasi teknologi di bidang medis. Sebab, perkembangan dunia ke depan akan semakin kompetitif, termasuk di dunia kesehatan dan medis. Gubernur menyinggung perkembangan dunia saat ini, dimana masyarakat tengah berada pada pusaran persaingan ekonomi. Maka, salah satu pendorong meningkatnya perekonomian adalah dengan industrialisasi. Industrialisasi itu jelas Gubernur, harus didukung oleh pelayanan yang baik dan memenuhi standar-standar pasar dunia. Suatu negara atau daerah harus memiliki produk yang mampu ditawarkan kepada pasar-pasar internasional. “Semua ini membutuhkan inovasi teknologi,” kata orang nomor satu di NTB ini di hadapan Direktur Politeknik Medica Farma Husada, Dr. (Cand) Syamsuriansyah Sadakah dan ratusan peserta yang hadir.

Untuk mendukung inovasi itu lanjutnya adalah dengan senantiasa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan proses belajar yang panjang. “Untungnya, kegiatan ini merupakan forum yang tepat untuk saling belajar, bertukar dan menyebarkan gagasan dan informasi,” ungkapnya, seraya berharap, kegiatan konferensi bukan hanya gagah-gagahan atau mengadu kecerdasan. Namun, menjadi forum untuk duduk dan belajar bersama dengan orang-orang hebat. (SR)

Lihat Juga

Gubernur NTB Diminta Tegas Mendorong Pembangunan PLTU Sumbawa 2

SUMBAWA BESAR, SR (6/12/2019) Pembangunan PLTU Sumbawa 2 di Desa Gapit Kecamatan Empang, hingga kini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *