Home / HukumKriminal / Asyik Makan Soto, Uang 200 Juta Melayang

Asyik Makan Soto, Uang 200 Juta Melayang

SUMBAWA BESAR, SR (8/11/2019)

Setelah lama tak terdengar, kini kasus pencurian uang dengan cara memecahkan kaca mobil kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Kali ini menimpa Hartono alias Apin (38) asal Surabaya yang tinggal di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pada kejadian Jumat (8/11) siang tadi sekitar pukul 12.30 Wita, korban yang merupakan pengusaha ubur-ubur tersebut kehilangan uang sebesar Rp 200 juta. Selain itu kaca mobilnya pecah.
Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, mengatakan, kasus ini berawal ketika Jumat pagi, korban dan pamannya, Min Khian menuju Sumbawa untuk mengambil uang. Setibanya di Bank BNI wilayah Kelurahan Lempeh Sumbawa, korban memarkir mobilnya di pinggir jalan dan masuk ke dalam. Setelah mengantri sekitar 20 menit, korban mengambil uang sebesar Rp 200 juta. Uang sebanyak itu dimasukan ke kantong plastic, lalu diserahkan ke paman korban untuk selanjutnya memasukan uang tersebut ke dalam tas jinjing. Keduanya langsung meninggalkan tempat melaju menggunakan mobil Hi-Lux warna silver untuk makan di Soto Yusuf, Jalan Kamboja Kelurahan Bugis, depan Praktek Dokter Cris. Korban parkir tepat di depan praktek dokter tersebut lalu menyeberang jalan masuk ke Soto Yusuf. Sebenarnya paman korban hendak membawa serta uang Rp 200 juta itu, tapi dilarang korban dan meminta untuk simpan di mobil. Oleh paman korban, uang itu disimpan di belakang jok driver. Sekitar 20 menit korban dan pamannya makan. Setelah membeli obat di Apotik Dokter Cris. Namun korban terkejut karena melihat kaca mobil sebelah kanan pecah dan posisi jok mobil sudah terbuka. Ketika dicek, ternyata tas berisi uang Rp 200 juta itu sudah digondol pelaku. Dalam kondisi panik, korban dan pamannya langsung mencari CCTV di sekitar TKP. Dalam rekaman itu terlihat jelas aksi para pelaku yang diduga berjumlah 4 orang. Salah satunya laki melempar kaca mobil sebelah kanan dengan mengayunkan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sedang memegang HP.

Hasil pemeriksaan terhadap korban, ungkap Kasat Faisal, uang yang hilang itu merupakan uang perusahaan yang akan digunakan untuk membeli ubur-ubur di Desa Teluk Santong. Untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya telah mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, meminta keterangan korban dan saksi, serta mengambil rekaman CCTV. “Semoga kasus ini cepat terungkap,” ucap perwira yang memiliki bakat arsitek ini. (JEN/SR)

Lihat Juga

Tebas Kakak Beradik, Seorang Pemuda Dihakimi Massa

SUMBAWA BESAR, SR (7/11/2019) Kos-kosan di wilayah Kelurahan Brang Biji tepatnya jalur Samota, Rabu (6/11) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *