Home / Pemerintahan / Tahun Anggaran akan Berakhir, Serapan Dana Melambat
Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri MM

Tahun Anggaran akan Berakhir, Serapan Dana Melambat

SUMBAWA BESAR, SR (6/11/2019)

Tahun Anggaran 2020 segera berakhir. Namun sejauh ini serapan anggaran daerah dan pusat baik APBD maupun DAK di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, terbilang sedikit melambat. Kendati demikian, optimis serapan anggaran hingga akhir tahun mencapai 95—98 persen.

Kepala Bagian Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf SE di ruang kerjanya, Rabu (6/11) mengakui hal itu. Berdasarkan data di SIREM dan SIMDA seminggu lalu menunjukkan realisasi rata-rata seluruh serapan anggaran di Kabupaten Sumbawa berada di kisaran 72—75 persen. Ada beberapa OPD yang masih berada di kisaran 50—60 persen. Ini terkait dengan OPD yang melaksanakan kegiatan fisik dan masih dalam pengerjaan di antaranya Dinas Kesehatan, RSUD, Bapenda, PUPR, PRKP dan Dinas Dikbud. Hasil pengecekan lapangan, progressnya sebagian besar sudah menunjukan pengerjaan fisik sesuai kontrak. Memang diakui Sekda, ada beberapa kegiatan yang agak keteteran, namun itu masih dalam batas kewajaran. Untuk OPD yang tidak memiliki pekerjaan fisik memang ada yang sudah hampir bahkan lebih dari 90 persen. Sebagai pengendali, pihaknya focus memantau secara terus menerus kegiatan fisik di akhir tahun anggaran.

Disinggung mengenai kendala yang membuat serapan anggaran agak melambat, Usman mengatakan, pihak KPA atau penguasa anggaran (PA) tidak serta merta menyetujui persetujuan permohonan pencairan dana dari pihak kontraktor, ketika PA belum mempunyai informasi memadai. PA harus memastikan bahwa laporan yang disusun oleh konsultan pengawas telah melalui validasi lapangan. “Contohnya fisik harus 60 persen baru bisa dilakukan pembayaran 50 persen. Jika di bawah 60 persen, anggaran belum bisa dicairkan,” imbuhnya.

Pihaknya dari bagian pembangunan terus memberikan masukan secara internal. Pihaknya juga sudah menggelar pertemuan dengan mengarahkan atau memberikan warning kepada OPD yang melambat. “Kalau triwulan ketiga harusnya 70—80 persen fisik. Sementara saat ini sudah masuk buka kedua triwulan keempat. Sebenarnya ini masih terbilang wajar karena OPD yang tidak punya pekerjaan fisik rata-rata sudah berada di atas 80 persen. Sedangkan OPD yang ada fisiknya masih di kisaran 72 sampai 75 persen,” tandasnya.

Sementara Sekda Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri MM menghimbau OPD agar segera melakukan evaluasi, untuk segera menyelesaikan pekerjaannya mengingat berakhirnya tahun anggaran sebulan lagi “Jadi terhadap fisik proyek supaya terus dievaluasi, dipantau, dan diberikan penekanan supaya segera diselesaikan,” tegasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Wagub Optimis 2020 Target Kunjungan 4,5 Juta Wisatawan Terwujud

LOMBOK BARAT, SR (6/11/2019) Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyaksikan langsung sandarnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *