Home / Ekonomi / Hadirkan Tokopedia, BRI Sumbawa Latih 100 UMKM Terkait Strategi Pemasaran

Hadirkan Tokopedia, BRI Sumbawa Latih 100 UMKM Terkait Strategi Pemasaran

SUMBAWA BESAR, SR (7/11/2019)

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan pelatihan terhadap 10.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara serentak di seluruh Indonesia, Kamis (7/11/2019). Untuk Kabupaten Sumbawa, melalui BRI Cabang Sumbawa Besar, melatih 100 UMKM binaannya. Dengan mengangkat tema “Menuju UMKM Unggul Sumbawa di Era Digital Industri 4.0”, kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sumbawa Transit ini menghadirkan Kepala Dinas UMKM Perindag Sumbawa, Drs. H. Arief, M.Si dan Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Sumbawa, Lalu Novizar Rahim sebagai Keynot Speaker. Guna memperluas wawasan berwirausaha serta stgrategi untuk meraih pangsa pasar, BRI Sumbawa mengundang beberapa narasumber berkompeten seperti dari Tokopedia (E-Commerce), Agus Salim SE., M.Sc (Akademisi UTS, Inisiator Kelas Inspirasi Bisnis, Inisiator Bank Gabah dan Inovator Kabupaten Sumbawa), dan Budi Raharjo (Entrepreneur Sumbawa, Owner Sumbawa Utama Travel), serta Yudi Saputra (BRI Cabang Sumbawa).

Kadis UMKM Perindag Sumbawa, Drs. H. Arief M.Si yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, digelarnya pelatihan terhadap 10.000 UMKM di seluruh Indonesia termasuk 100 UMKM di Kabupaten Sumbawa, merupakan upaya BRI untuk terus membantu pengembangan UMKM di daerah ini. Dengan mengajak mitranya Tokopedia, karena salah satu start-up yang memiliki marketing atau pemasaran E-Comerce sebuah fenomena konten dari 4.0. “Jadi, industrialisasi sekarang ini dengan lompatan kemajuannya, pemasaran tidak lagi secara konvensional, kita menggunakan marketing atau pemasaran yang start-up. Ini salah satu kemajuan dan harus digunakan jika kita tidak ingin ketinggalan,” kata Haji Arief—akrab pejabat cerdas ini disapa.

Dalam pelatihan tersebut lanjutnya, konten materinya adalah yang mengarah pada pemberian kompetensi, skill, kiat pasar, produk dan mutu, oleh para narasumber yang di antaranya berasal dari  pelaku bisnis, dan orang yang berhasil di bidangnya. Diharapkan, usai pelatihan, pengetahuan dan skill para pelaku UMKM bertambah, serta bisa memahami misteri kemajuan UMKM yang kemudian dielaborasikan dan dipraktekkan. Karenanya Pemda Sumbawa memandang kegiatan tersebut sangat bermanfaat mengingat BRI telah ikut membantu untuk ikut melaksanakan program-program pemerintah terutama dalam hal pembinaan UMKM. “BRI sangat rajin membina dan menfasilitasi UMKM di daerah ini, baik modal usahanya, maupun kemitraan dan lainnya. Pemda juga mengajak mitra lainnya untuk bersama-sama membina dan memberikan sumbangsih, pengabdian dan kekaryaannya untuk kepentingan masyarakat dan Tana Samawa ini,” harap Haji Arief.

Sementara Pemimpin Cabang BRI Sumbawa, Lalu Novizar Rahim menyebutkan Pelatihan 10.000 UMKM termasuk 100 di Kabupaten Sumbawa merupakan program pembinaan berkelanjutan terhadap UMKM terutama yang menjadi binaan maupun yang menerima dana CSR BRI. “Seperti di Batu Dulang Kecamatan Batu Lanteh dengan membangun Galeri “Rumah Pajang” Ekowisata senilai 300 juta. Ini merupakan program BRI Teras Nusantara sebagai implementasi komitmen Bank BRI dalam rangka turut serta sebagai agent of development atau agen pembangunan, khususnya di Kabupaten Sumbawa. BRI mencoba menjadi bank BUMN pertama yang mulai membangun desa untuk Indonesia. Kemudian menggelontorkan bantuan bahan baku untuk pengrajin tenun di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir sebesar Rp 119,9 juta. Semoga usaha-usaha kelompok masyarakat dari bantuan BRI ini dapat berkembang,” ujarnya.

Pelatihan untuk 10.000 UMKM yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia tersebut, menurut Novizar—akrab bankir ramah ini disapa, sangat diperlukan UMKM. Terutama dengan pemanfaatan E-Comerce untuk pemasaran produknya. Dengan memanfaatkan teknologi yang menggunakan start-up atau aplikasi, masyarakat Sumbawa tidak perlu berangkat ke Jawa hanya untuk menjual hasil produksinya. “Inilah alasan kami menghadirkan Tokopedia yang menjadi salah satu pemain dalam E-Comerce yang terkategori Unicorn—sebuah start-up yang nilai kapitalisasi perusahaannya sudah mencapai 1 juta dollar, agar pelaku usaha di Sumbawa ini dapat mengetahui strategi dan kiat-kiat lain dalam memasarkan produknya,” tandas Novizar.

BRI akan tetap komit mengawal dan mengarahkan UMKM binaannya agar memiliki kemampuan dan menambah kapasitas pelaku usaha dari sisi pemasaran produk. “Sebab salah satu permasalahan dalam pengembangan UMKM di daerah ini, adalah bagaimana memasarkan produk lebih luas lagi sehingga pengembangan bisnisnya bisa menyamai yang ada di kota-kota besar,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Wagub Lepas 17 Atlet Peparpenas 2019

MATARAM, SR (6/11/2019) Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas Kontingen NTB yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *