Home / HukumKriminal / Dua Orang Kakek Setubuhi Bocah SD

Dua Orang Kakek Setubuhi Bocah SD

SUMBAWA BESAR, SR (7/11/2019)

Sungguh malang nasib yang dialami Y. Bocah SD yang berumur 13 tahun ini digarap oleh dua orang pria yang berumur kakek-kakek dalam waktu dan tempat yang berbeda. Kedua kakek bejat itu adalah orang dekatnya. SH (59) adalah pamannya sendiri, dan SY (69) tetangga korban. Kedua pelaku dan korban tinggal di sebuah desa wilayah Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi SH, Kamis (7/11), mengakui adanya kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Kasus ini terjadi di rumah SH—paman korban. Korban yang tidak memiliki televisi datang ke rumah sepupu ayahnya tersebut untuk menonton televisi. Saat itulah pelaku SH mencabuli korban, dan ini dilakukan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Yaitu Hari Jumat, 18 Oktober, berlanjut Hari Minggu 20 Oktober dan terakhir Rabu, 23 Oktober. Rupanya setelah lepas dari nafsu bejat pamannya ini, korban masih belum aman. Ternyata tetangganya berinisial SY yang sudah berumur udzur, nekat menyetubuhi korban. Kejadiannya di ruang tamu rumah pelaku pada Hari Minggu, 27 Oktober 2019 sekitar pukul 10.00 Wita.

Kasus ini dilaporkan 27 Oktober lalu. Menindaklanjuti laporan ini, polisi melakukan visum et repertum (VER) terhadap korban, kemudian meminta keterangan korban dan saksi-saksi. Selanjutnya menangkap dan menahan kedua tersangka. Menurut IPTU Faisal, tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) sub pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara informasi lain yang diterima media ini, bahwa kasus ini terungkap setelah korban menceritakan peristiwa memilukan yang menimpanya kepada teman kelasnya. Temannya kemudian menyampaikan hal itu kepada kepala sekolahnya. Korban pun dipanggil untuk ditanya. Akhirnya korban berterus terang. Kasus ini langsung dilaporkan ke Kadus setempat dan diteruskan ke Polres Sumbawa. Untuk menjalani proses hukum dan pemulihan psikis, korban didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA). (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur Motivasi Klien Bapas Mataram Agar Tetap Optimis

MATARAM, SR (5/11/2019) Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menjadi narasumber dalam kegiatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *