Home / HukumKriminal / Type Naik, Kapolresta Mataram Harus Dijabat Perwira Berpangkat Kombes

Type Naik, Kapolresta Mataram Harus Dijabat Perwira Berpangkat Kombes

MATARAM, SR (5/11/2019)

Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, MM mengukuhkan kenaikan typologi Polres Mataram menjadi Polres Kota Mataram, Senin (4/11). Hadir dalam acara tersebut FKPD Kota Mataram, para pejabat utama Polda NTB dan Ketua Pengurus Daerah serta staf Bhayangkari Daerah NTB.

Kapolda menjelaskan bahwa sejalan dengan konteks organisasi yang dinamis dalam cepatnya perubahan landscape kehidupan maka semua aspek organisasi Polri sebagai sub sistem pemerintah, harus fokus dan mendukung pencapaian prioritas nasional melalui keamanan. Karena itu proses reformasi struktural melalui tata laksana dan kelembagaan organisasi di tingkat Polda maupun kewilayahan (Polres dan Polsek) merupakan kebutuhan yang harus dilaksanakan dalam rangka untuk mengantisipasi tantangan kedepan yang semakin kompleks.

Proses peningkatan typologi dari Polres Mataram menjadi Polresta Mataram ungkap Kapolda, bukan merupakan hal yang mudah, perlu waktu yang panjang dan pembenahan yang serius terhadap kinerja Polres Mataram. Proses tersebut dimulai sejak Tahun 2016 dan sudah diusulkan sebanyak lima kali. Ikhtiar tersebut akhirnya terwujud dengan terbitnya keputusan Kapolri nomor: Kep/1894/x/2019 tanggal 2 Oktober 2019 tentang Perubahan Tipe Kepolisian Resor Mataram Menjadi Kepolisian Resor Kota Mataram Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Kepada seluruh jajaran Polres Mataram atas meningkatnya tipe menjadi Polresta Mataram, tentunya akan berimplikasi terhadap susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) Polres Mataram baik dari segi organisasi yaitu jabatan Kapolresta akan dijabat oleh perwira menengah yang berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombespol), Wakapolres menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan kenaikan pangkat eselon pejabat lainnya maupun postur organisasi yang baru dengan jumlah personel sebanyak 750 orang. Capaian ini sebagai awal untuk menguatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan ini harus diimbangi dengan peningkatan mekanisme dan manajeman pelayanan yang lebih baik. Polres Mataram harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), penegakan hukum harus profesional, penanganan Kamtibmas tetap optimal. Selain itu seluruh jajaran Polres Mataram juga harus segera merumuskan langkah-langkah untuk membuktikan kepada publik jika memang layak dinaikkan tipe menjadi Polresta. Namun yang paling utama setelah menjadi Polresta adalah perkuatan personel, logistik, organisasi dan lainnya. Tidak kalah penting, kinerja harus lebih baik termasuk memberi kesan situasi Kota Mataram lebih aman tertib dan damai.

Dengan terjaminnya Kamtibmas di wilayah hukum Polres Mataram, sambung Kapolda, bukan hanya dapat dirasakan oleh pemerintah daerah yaitu dengan dapat melaksanakan program pembangunannya, tapi juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Polres Mataram harus segera merumuskan blue print, agar kinerja lebih baik dan terukur. Sehingga harus ada target baik jangka pendek dan panjang. Kapolda menegaskan bahwa Polda siap membantu, jika hal itu tidak dapat dipenuhi, maka tipe Polresta ini akan dievaluasi dan hasilnya bisa turun menjadi tipe polres lagi. “Saya berterimakasih bahwa Polres Mataram telah bekerja nyata meningkatkan kinerja dan citra Polri di tengah masyarakat dengan prestasi-prestasi yang telah diraihnya,” ucap Kapolda.

Untuk diketahui, Polres Mataram mendapat berbagai penghargaan. Tahun 2016, pengukuran kinerja dengan ITK cenderung baik hasil penilaian dari Tim Mabes Polri. Tahun 2017, pelayanan penerbitan SIM di lingkungan Polri, hasil penilaian dari Ombusman RI. Tahun 2018, role model penyelenggaraan pelayanan publik katagori sangat baik, hasil penilaian dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Dan pada tahun 2019 ini Polres Mataram sedang dalam proses penilaian oleh Kemenpan RB untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

Dalam kesempatan itu, Kapolda Irjen Nana Sudjana memberikan penekanan kepada jajaran Polresta Mataram beberapa hal. Yakni, meningkatkan soliditas internal, melakukan penanganan segera kasus menonjol yang menjadi atensi publik seperti konflik sosial, narkoba, dan lainnya. Kemudian, penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, membangun hubungan yang baik dengan media serta kelola pemberitaan yang konstruktif dan peningkatan public trust. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya dan berbasis IT, serta penguatan pengawasan secara internal dan eksternal. (SR)

Lihat Juga

Lima Bulan Menghilang, DPO Narkoba Asal Alas Tertangkap

SUMBAWA BESAR, SR (11/11/2019) Setelah hampir enam bulan dalam pencarian polisi, Heru (43)—DPO Narkoba asal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *