Home / HukumKriminal / Blok Batu Tering Masih Dicaplok Orang, Puluhan Massa Segel Kantor Camat

Blok Batu Tering Masih Dicaplok Orang, Puluhan Massa Segel Kantor Camat

Sempat Duduki Mapolsek, Ancam Lumpuhkan Arus Lalulintas

SUMBAWA BESAR, SR (31/10/2019)

Setelah sempat menginap di Mapolsek Moyo Hulu, puluhan massa pemilik lahan di Blok Batu Tering asal Kecamatan Moyo Hulu, menyegel Kantor Camat setempat, Kamis (31/10) siang. Penyegelan ini dilakukan karena alotnya penanganan kasus lahan di blok hasil kompensasi Bendungan Batu Bulan tersebut yang dicaplok oleh orang yang tidak berhak. Menurut Akhmad Junaidi—Koordinator Aksi, sebenarnya Blok Batu Tering tidak pernah bermasalah sejak kompensasi Bendungan Batu Bulan Tahun 1999—2001 dan diperkuat dengan adanya SK 322. Namun tanpa diduga Tahun 2017 muncul segelintir orang dari Boak dan Selang Kecamatan Unter Iwis mengklaim dan menggarapnya. Karena dikhawatirkan terjadi bentrok fisik, Kapolres Yusuf Sutedjo (saat itu) dan Bupati Sumbawa turun tangan. Kedua belah pihak dipertemukan di Polres Sumbawa. Dalam pertemuan itu diputuskan lahan yang digarap tersebut disterilkan. Sekelompok penggarap ini akan menyerahkan lahan itu kepada pemiliknya. Tapi mereka meminta agar dapat diberikan kesempatan mengingat tanaman jagung di lahan dimaksud siap panen. Pemilik lahan pun mengizinkannya. Kenyataannya saat ini, meski sudah panen sekelompok penggarap itu masih bertahan di lahan Blok 3 Batu Tering itu, bahkan kembali bercocok tanam. Junaidi—akrab mantan anggota DPRD Sumbawa ini disapa, mengaku sudah melaporkannya secara hukum kepada pihak Polres Sumbawa. Selain itu Junaidi juga mengadukannya kepada Bupati Sumbawa. Untuk penanganan hukum, Junaidi mengaku kecewa karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda otak pelaku berinisial AN dan JN dipanggil dan ditangkap. Padahal pemeriksaan saksi sudah dilakukan dan dokumen yang dibutuhkan sudah diberikan. Sementara Bupati Sumbawa, sudah merespon pengaduannya dengan menerbitkan surat perintah kepada Camat Unter Iwis tertanggal 13 Agustus untuk menyelesaikan sengketa lahan garapan. Dalam surat itu Bupati meminta Camat Unter Iwis untuk melakukan pengosongan lahan garapan yang dikuasai masyarakat di luar pemilik Blok Batu Tering. Sebenarnya ungkap Junaidi, ini surat kedua dari Bupati kepada Camat Unter Iwis. Sebelumnya Bupati juga sudah memerintahkan camat melalui suratnya tertanggal 21 Januari 2019 yang isinya di antaranya agar setelah panen tidak ada lagi aktivitas apapun dan segera keluar dari lahan dimaksud. Selanjutnya Pemda Kabupaten Sumbawa akan mengembalikan lahan itu kepada pihak yang berhak sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Keputusan Bupati Sumbawa No. 322 Tahun 2003 tentang Penetapan Penerima Lahan Pengganti Olat Maras Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Namun lagi-lagi Junaidi dkk kecewa berat karena sampai sekarang lahan itu belum dikosongkan. “Apakah pemerintah dan polisi mau kami berperang dulu, lalu jatuh korban, baru bertindak ?” tanya Junaidi.

Kapolsek Moyo Hulu, IPTU I Made Suardika bersama Kasat Intelkam AKP Satrio, berhasil menenangkan massa dan mengakhiri penyegelan Kantor Camat

Untuk itu Ia menuntut agar polisi segera menangkap AN dan JN selaku otak dari pencaplokan tanah mereka. Selanjutnya mendesak Bupati Sumbawa bertindak tegas untuk mengosongkan lahan tersebut. Jika tidak Junaidi menyatakan bersama massanya tetap menduduki Mapolsek, kembali menyegel kantor camat dan menutup jalan Sumbawa—Moyo Hulu, hingga tuntutan mereka dipenuhi. “Kami memperjuangkan apa yang menjadi hak kami, sampai titik darah penghabisan,” tegasnya diamini massa aksi.

Untuk diketahui aksi penyegelan Kantor Camat Moyo Hulu, tidak berlangsung lama. Ini berkat komunikasi Kapolsek Moyo Hulu, IPTU I Made Suardika dan Kasat Intelkam Polres Sumbawa AKP Satrio, dengan massa aksi. Penyegelan yang sempat mengganggu pelayanan public ini akhirnya dilepas. “Saya menyampaikan terima kasih kepada massa aksi yang memahami bahwa pelayanan public harus tetap berlangsung. Persoalan lahan yang menjadi tuntutan sudah ditindaklanjuti secara hukum. Dan kami juga siap memfasilitasi massa aksi untuk menemui Bupati agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut,” kata Kapolsek yang disambut teriakan setuju dari massa aksi.

Selanjutnya didampingi Kapolsek Moyo Hulu dan dikawal sejumlah anggota, massa meluncur ke Kantor Bupati. Massa langsung diterima Bupati HM Husni Djibril B.Sc dan pertemuan dilaksanakan di Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Kamis sore. Hingga berita ini dipublis, belum ada informasi hasil pertemuan rapat tersebut. (JEN/SR)

Lihat Juga

Peringati Hari Juang TNI AD, Kodim Sumbawa Gelar Operasi Bibir Sumbing

SUMBAWA  BESAR, SR (13/12/2019) Sebanyak 17 dari 31 orang yang mendaftar, menjalani operasi bibir sumbing ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *