Home / Olahraga / Siswi SMAN 1 Plampang Raih Medali Perak Kejuaraan Taekwondo di Mataram

Siswi SMAN 1 Plampang Raih Medali Perak Kejuaraan Taekwondo di Mataram

SUMBAWA BESAR, SR (28/10/2019)

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Nia Amelia mengharumkan nama sekolahnya. Siswi Kelas X SMA Negeri 1 Plampang tersebut berhasil mempersembahkan medali perak pada kejuaraan beladiri taekwondo memperebutkan Mataram Taekwondo Center Cup IV 2019. “Saya tidak percaya bisa dapat juara, karena saya ikut kompetisi ini hanya bermodal pengalalaman bertanding,” kata Nia Amelia gadis lugu dan pendiam ini.

Kepala SMAN 1 Plampang, Afendi S.Pd., M.Pd mengaku sangat bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak didiknya. Nia Amelia adalah contoh pemuda bangsa yang menginspirasi. Karena dengan tekad dan perjuangannya telah mengharumkan nama sekolah dan daerah. Hal selaras dengan peringatan sumpah pemuda, bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah para pemuda tangguh sebagaimana ketangguhan Nia Amelia dalam berprestasi.

Menyinggung peringatan Sumpah Pemuda kali ini, Afendi mengatakan bertema Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu untuk Bumi”. Tema ini didasari atas keprihatian yang mendalam terhadap dua hal. Pertama, hari ini disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat dibendung dengan baik. Lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik. Betapa sering, akhir-akhir ini disuguhkan kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak-anak muda. Setelah ditelusuri, kasus-kasus tersebut bermula dari interaksi di sosial media. “Di sinilah gerakan revolusi mental yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. Kita butuh pemuda-pemudi seperti Nia Amelia ini,” pungkasnya. (BUR/SR)

 

Lihat Juga

Tampilkan Tarian Mastagaliga, Kelas X MIA1 Juara Pensi SMANDA

SUMBAWA BESAR, SR (4/11/2019) Pentas Seni (Pensi) SMA Negeri 2 Sumbawa (SMANDA) berlangsung sukses. Bukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *