Home / Ekonomi / Sumbawa Dapat DBH CHT 9,3 Miliar, Inilah Pemanfaatannya

Sumbawa Dapat DBH CHT 9,3 Miliar, Inilah Pemanfaatannya

SUMBAWA BESAR, SR (24/10/2019)

Sebagai daerah dengan karakteristik penghasil tembakau, Kabupaten Sumbawa pada tahun anggaran 2019 mendapatkan alokasi transfer DBH CHT sebesar Rp 9.354.304.000. Alokasi ini sebesar 5% dari alokasi seluruh kabupaten/kota di NTB. Bila dibandingkan dengan Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah sebagai daerah Penghasil Cukai dan Tembakau, alokasi dua kabupaten tersebut di atas 23%. Begitu juga bila dibandingkan dengan Kota Mataram yang berstatus daerah Penghasil Cukai, mendapatkan alokasi sebesar 24%. Dari total dana yang diberikan ke Kabupaten Sumbawa itu, Kepala Bappeda Sumbawa melalui Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si. M.Si pada kegiatan sosialisasi memaparkan rencana penggunaannya. Mulai dari program peningkatan kualitas bahan baku sekitar Rp 2,5 miliar atau sebesar 27% dilaksanakan oleh Dinas Pertanian. Program pembinaan lingkungan sosial sekitar Rp 6,5 miliar atau sebesar 70% dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sedangkan program sosialisasi ketentuan di bidang cukai sebesar Rp 275 juta atau sebesar 3% dilaksanakan oleh Bappeda.

Dipaparkan, ada banyak output kegiatan yang didanai melalui DBH CHT 2019. Yakni Pengembangan lahan tembakau melalui Demontrasi Farm (Demfarm) seluas 5 Ha. Tersalurkannya bantuan sarana produksi berupa 10 unit alat perajang manual, 5 unit hand sprayer, dan bantuan pupuk. Terbangunnya 17 unit bangunan sumber air irigasi. Terlaksananya kursus tani di 24 kecamatan. Tersalurkannya bantuan 4 unit roda 3 dan bangunan gudang olahan. Bantuan premi BPJS bagi 18.000 orang miskin selama 12 bulan. Peningkatan keterampilan kerja 144 tenaga kerja. Peningkatan ketermapilan 105 orang TKI purna. Peningkatan keterampilan 112 orang pencari kerja. Terlaksananya pelatihan pengolahan pakan bagi 1 kelompok serta tersosialisasinya ketentuan di bidang cukai.

Bagaimana dengan sasaran rencana pemanfaatan DBH CHT 2020 ? Menurut Dr. Dedy Pemanfaatan DBH CHT Tahun Anggaran 2020, sampai saat ini masih diformulasikan. Hal ini mengingat bahwa belum ditetapkannya keputusan gubernur tentang alokasi DBH CHT per masing-masing kabupaten/kota. Namun bila diperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Otonomi Khusus, ada perubahan formulasi dalam penentuan alokasi per kabupaten/kota. Di samping data dasar penerimaan CHT dan rata-rata produksi tembakau kering 3 tahun terakhir, juga dilengkapi dengan kertas kerja realisasi capaian kinerja.

Namun demikian, Bappeda selaku koordinator pengelolaan DBH CHT sudah merumuskan rencana pemanfaatan DBH CHT 2020. Yakni untuk peningkatan areal tanam 200 Ha. Pelatihan tenaga kerja 500 orang. Pelatihan bagi 10 Industri Kecil & Menengah. Pelatihan usaha peternakan 5 kelompok. Sosialisasi dan fasilitasi PIRT 30 usaha. Fasilitasi promosi UMK. Pembangunan embung dan sarana sumber daya air 10 unit. Pemeliharaan/perbaikan sarana/prasarana saluran irigasi pertanian melalui kegiatan padat karya. Pemantauan dan pemulihan kualitas lingkungan. Serta pemberantasan barang kena cukai ilegal 4 kali. Sedangkan kegiatan di bidang kesehatan, untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional akan disinkronisasikan pemanfaatannya. Meliputi pelayanan kesehatan promotif maupun kuratif, penyediaan sarana/prasarana fasilitas kesehatan, maupun pelatihan tenaga kesehatan. (JEN/SR/Adv)

Lihat Juga

STIP Banyumulek Didesain Jadi Pusat Edukasi, Industrialisasi dan Rekreasi

MATARAM, SR (5/11/2019) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc didampingi Kepala Pusat Lembaga Ilmu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *