Home / Ekonomi / Belum Miliki Tim Ahli, Cagar Budaya di Sumbawa Sulit Disertifikasi

Belum Miliki Tim Ahli, Cagar Budaya di Sumbawa Sulit Disertifikasi

SUMBAWA BESAR, SR (23/10/2019)

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Nadjamuddin Ramly, M.Si mengatakan bahwa kebudayaan adalah panduan kehidupan masyarakat yang paling utama dan penting. Karena kebudayaan itu adalah dasar dan cikal bakal dari sebuah peradaban dan pembangunan. Bagi Kabupaten Sumbawa, kebudayaan itu sangat penting. Sebab menurut Nadjamuddin, Kabupaten Sumbawa memiliki sejarah panjang kesultanannya, memiliki peradaban yang tinggi dan religius serta luhur. “Inilah yang menjadi warisan generasi milenial untuk bisa paham akan karakter dan kajian akhir dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sumbawa ini,” ungkap Doktor Nadjamuddin saat memberikan sambutan sekaligus mengisi Seminar Nasional Kebudayaan bertajuk Pelestarian dan Pemanfaatan Potensi Budaya Daerah Kabupaten Sumbawa di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/10). Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, kepala OPD serta 100 orang peserta dari berbagai kalangan. Narasumber lainnya adalah Kepala Bapedda Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Ir. H. Iskandar D, M.Ec.,Dev dan Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd selaku Akademisi.

Dalam kesempatan itu Nadjamuddin berharap kepada DPRD Sumbawa untuk meningkatkan anggaran kebudayaan agar seluruh perencanaan akan kebudayaan ini dapat meningkat. Sebab dengan meningkatnya kebudayaan akan menjadi nilai dan daya tarik dari pariwisata daerah Sumbawa ini. “Saya melihat sejauh ini potensi pariwisata Sumbawa sangat baik jika dikelola dengan baik, mulai dari pesona alamnya yang dikelilingi laut dan ini tinggal sarana dan prasarananya yang harus ditingkatkan, juga nilai budayanya. dengan demikian maka kebudayaan serta pariwisata kita akan bisa maju,” katanya.

Kabupaten Sumbawa juga memiliki cagar budaya dengan nilai kesejarahan yang tinggi. Namun belum bisa didaftarkan dan disertifikasi secara nasional karena terkendala belum memiliki tim ahli yang mendata dan mengkajinya untuk diusulkan ke pusat. “Tim ini harus dibentuk dan di-SK-kan oleh bupati dan didanai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, cagar budaya adalah salah satu nilai budaya yang dapat membuat dunia pariwisata Kabupaten Sumbawa meningkat. Itupun jika setelah seluruh potensi daerah Sumbawa ini gencar dipromosikan ke luar daerah. Karenanya pemerintah harus bisa mendanai promosi melalui penetapan anggaran di DPRD. “Bayangkan jika kita tidak mempromosikan, mempropagandakan, dan desiminasikan, orang luar tidak akan tahu, dari itu ongkos dan biaya publikasi harus dialokasikan melalui penetapan anggaran di DPRD,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Ir. H. Iskandar menyambut positif saran dari Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan tim ahli tentang cagar budaya yang di-SK-kan oleh Bupati Sumbawa. selain itu akan membahas lebih lanjut pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kebudayaan agar dapat terakomodir dalam pengalokasian anggaran APBD.

Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si dalam paparannya mengatakan RPJMD Kabupaten Sumbawa 2016–2021 mengatur tentang urusan wajib kebudayan. Bahwa pembangunan kebudayaan Kabupaten Sumbawa diarahkan untuk memantapkan identitas bangsa dan daerah, serta meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang ditujukan untuk memperkuat kepribadian dan memperkokoh rasa persatuan. Di samping mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional serta memupuk nilai-nilai budaya dalam masyarakat. Implementasi pembangunan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa lanjut Haji Jun, dilaksanakan melalui kegiatan pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah yang diarahkan pada pembinaan sanggar seni yang hingga kini tercatat 92 sanggar seni, pusat latihan kesenian, dan 25 lembaga adat (1 tingkat kabupaten dan 24 kecamatan). Hal ini mengindikasikan kegiatan kesenian dan pelestarian nilai-nilai kebudayaan terus berlangsung di daerah ini. Adapun event budaya yang rutin diselenggarakan setiap tahun adalah Pekan Budaya Samawa, Festival Ponan, Festival Samba, Festival Kolaboratif yang dilaksanakan Dewan Kesenian Sumbawa, serta Festival Pesona Moyo (Sail Samota) merupakan agenda tahun yang semakin berkembang.

Untuk diketahui, seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs. H. Hasan Basri MM. Acara tersebut diakhiri dengan beberapa tarian dan kesenian daerah Sumbawa. (SR)

Lihat Juga

Menteri KKP Disarankan Tidak Pilih Dirjen Bermasalah

JAKARTA, SR (12/11/2019) Anggota DPR RI Komisi IV, H. Johan Rosihan menyarankan Menteri Kelautan dan ...

One comment

  1. Ada kesalahan yang sangat mendasar dari konsep kebudayaan yang ditawarkan. Alangkah membosankan Indonesia bila di Bali ada pawai pakaian adat Bali, kita di Sumbawa juga menampilkan pakaian itu. Pakaian adat semua suku yang ada di Sumbawa semua kita tampilkan. In naif menurut saya.. Asal-asalan. Tidak mengerti konsep budaya yang benar. Begitu juga ketika bicara budaya, selalu yang ditampilkan adalah kesenian. Kadang saya berpikir, lamen no to tentang budaya ne, na ete diri nene.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *