Home / HukumKriminal / Ibu-ibu Bhayangkari Diminta Bijak Bermedsos Agar Tidak Merepotkan Suami

Ibu-ibu Bhayangkari Diminta Bijak Bermedsos Agar Tidak Merepotkan Suami

MATARAM, SR (21/10/2019)

Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana AS, MM beserta para pejabat utama dan Kapolres jajaran menghadiri Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 67 di Hotel Golden Palace Mataram, Senin 21 Oktober 2019. HKGB kali ini mengusung tema ‘Bhayangkari Mendukung Potensi Anggotanya untuk Menjadi SDM Unggul Menuju Indonesia Maju’. Hadir juga Ketua PKK Provinsi NTB, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua PIA Ardhyagarini, Ketua Jalasenastri, Ketua Adyaksa Dharma Karini, Ketua Perwosi, Perwakilan Polwan dan lainnya.

Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Shinta Nana Sudjana membacakan sambutan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian mengucapkan Dirgahayu Bhayangkari kepada seluruh anggota dimanapun berada dengan memanjatkan do’a dan harapan agar Bhayangkari tumbuh dan berkembang sesuai visinya, yaitu menjadikan Bhayangkari yang mandiri, profesional untuk meningkatkan kesejahteraan Polri. Diharapkan muncul budaya organisasi yang baru yaitu budaya untuk selalu mengembangkan kapasitas sumber daya manusia yang dapat mendukung perwujudan visi dan misi organisasi yang akan berkontribusi terhadap kemajuan Bangsa Indonesia.

Untuk para Ketua Daerah dan Cabang, diminta melakukan Organizational Health Audit atau Audit Kesehatan Organisasi yang dipimpin, sehingga mengetahui kelemahan dan perlu diambil langkah-langkah mengatasinya.

Selanjutnya Irjen Nana Sudjana berpesan beberapa hal dalam antara lain bahwa Bhayangkari agar memposisikan dan kembali ke jati dirinya sebagai isteri anggota Polri yang dapat mendukung suami dimana pada saat ini perkembangan teknologi informasi dalam media sosial sudah merasuki keluarga. Dampak negatif seperti berita hoaks, ujaran kebencian, fitnah dan lainnya sudah menjadi keseharian. Untuk itu agar dihindari dan cegah sikap perilaku dalam bermedsos, saring sebelum dishare, sehingga dapat mendukung karir tidak merepotkan dan membebani suaminya. Satu hal yang perlu diperhatikan juga saat ini adalah paham radikal melalui medsos, diharapkan masing-masing keluarga agar kuat menolak paham tersebut. “jangan sampai di antara kita terpapar,” pesan Nana Sudjana.

Diharapkan Bhayangkari dapat mengatur dan merancang kegiatan yang bermanfaat bagi organisasi, disamping itu sebagai seorang ibu dapat menjadi manajer dalam keluarganya, mendukung suami sekaligus mampu bekerja sama dengan organisasi wanita lainnya, pungkas Nana Sudjana. (SR)

Lihat Juga

Tidak Ada Kerugian Negara, Jaksa Hentikan Penyelidikan Dana Reses DPRD Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (19/11/2019) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menyimpulkan tidak ditemukan adanya kerugian negara dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *