Home / Ekonomi / Tudingan Jembatan Samota II Gagal Konstruksi, Tidak Benar !  
Daeng Baso dan Hamzah Makasau

Tudingan Jembatan Samota II Gagal Konstruksi, Tidak Benar !  

SUMBAWA BESAR, SR (21/10/2019)

Aksi demo elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Transparansi untuk Denokrasi (ATD), Senin (21/10), mempersoalkan proyek pengerjaan Jembatan Samota II di Labu Sawo Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Dalam orasinya ATD menyatakan proyek senilai Rp 31,2 milyar ini gagal konstruksi. Tudingan itu langsung dibantah tegas oleh Pelaksana Proyek, Edy Sudarmin.

Kepada sejumlah wartawan, kontraktor yang akrab disapa Daeng Baso ini menyatakan tidak ada gagal konstruksi. Ia menilai terlalu dini menyimpulkan proyek yang dikerjakannya gagal konstruksi mengingat sejauh ini proses pengerjaan masih berlangsung. Ia menegaskan tidak ada bagian bangunan utama yang mengalami kerusakan. Daeng Baso menduga anggapan adanya kerusakan itu karena melihat garis pada abodement atau peyangga balok jembatan. Garis ini muncul karena saat pengecoran dilakukan triplek penahan cor tersebut mungkin tidak simetris. “Jadi bukan rusak atau retak, tapi ada garis yang disebabkan karena sambungan triplek sedikit tidak simetris,” jelasnya.

Namun demikian, Daeng Baso mengakui ada sedikit pasangan batu di sayap jembatan (bukan pekerjaan utama) yang mengalami keretakan. Keretakan tersebut dinilai wajar karena pergeseran tanah urug saat dikeraskan untuk mendapatkan simetris bangunan. Setiap keretakan pada pasangan batu, saat itu juga langsung diperbaiki. Selain itu pelaksanaan pekerjaan tetap dipantau oleh konsultan dan pengawas dari PU yang terus datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Daeng Baso yang didampingi Pelaksana Lapangan, Hamzah Makasau.

Pihaknya lanjut Daeng Baso, akan bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Ketika terjadi sedikit kerusakan, ada masa pemeliharaan selama 6 bulan. Namun Daeng Baso berani memberikan garansi atau membuat surat pernyataan, menambah masa pemeliharaan menjadi 12 bulan.

Di bagian lain Daeng Baso menyampaikan terima kasih adanya kritikan tersebut. Kritikan itu merupakan bentuk pengawasan masyarakat sekaligus masukan bagi pihaknya untuk bekerja lebih berhati-hati. (JEN/SR)

Lihat Juga

Perwakilan Kedutaan Besar Australia Kunjungi SDN 2 Malaka Lombok Utara

LOMBOK UTARA, SR (14/11/2019) Perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kirsten Bishop, mengunjungi SDN 2 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *