Home / Ekonomi / Pastikan Operasionalnya Legal, PT KTS Gelar Jumpa Pers

Pastikan Operasionalnya Legal, PT KTS Gelar Jumpa Pers

SUMBAWA BESAR, SR (10/10/2019)

Aksi demo Front Masyarakat Desa Usar yang diback-up LP-KPK beberapa waktu lalu, dinilai menyudutkan PT Karya Tani Semesta (KTS). Pasalnya tudingan pendemo di antaranya perusahaan tidak transparan, tidak berkonstribusi melalui CSR, dan tidak menjalankan kewajibannya berdasarkan aturan yang berlaku termasuk tidak berijin, dianggap menyesatkan dan sangat tidak mendasar. Untuk menanggapi tudingan itu, manajemen PT KTS menggelar jumpa pers, Kamis (10/10) siang tadi. Jumpa pers ini menghadirkan pihak Dinas Pertanian, DPMPTSP (Perijinan), dan Kepala Bagian Pembangunan Setda Sumbawa.

Juni Syahruddin–Pimpinan Cabang PT KTS mengaku sebenarnya sudah memberikan penjelasan terkait dasar operasional maupun konstribusi perusahaan terhadap masyarakat. Penjelasan ini disampaikan ketika digelar audiensi di Kantor Desa Usar sebagai tindaklanjut surat dari LP-KPK yang mempertanyakan legalitas dan operasional perusahaannya. Juni mengaku sudah menunjukkan data dan fakta, yang diperkuat pihak kecamatan pada kesempatan yang berbeda bahwa keberadaan dan operasional PT KTS, legal karena memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Namun pihak LP-KPK merasa tidak puas, sehingga menggelar aksi demo ke Gedung DPRD dan Kantor Bupati Sumbawa. Menyikapi aksi ini, manajemen PT KTS langsung berkordinasi dengan sejumlah dinas terkait seperti Pertanian, Disnakertrans, perizinan, dan Sekretariat Daerah. Hasil koordinasi ini disimpulkan, bahwa PT KTS sudah berjalan sesuai prosedur. “Kami beroperasi sejak 2017 lalu, ada akta, SIUP, NPWP, TDP, dan Tanda Daftar Gudang yang sampai sekarang masih berlaku dan semuanya diurus di kantor perizinan (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa,” timpal Ferry Septiabudi, S.Kom, HRD Manager Pusat PT. Karya Tani Semesta.

Untuk konstribusi perusahaan melalui CSR-nya, Ferry menyebutkan cukup banyak seperti bantuan hewan qurban, bencana alam, dan peduli pendidikan dengan membagikan tas dan peralatan sekolah kepada siswa di 6 sekolah. Kemudian para pekerja, direkrut dari masyarakat sekitar. Ada sekitar 150—200 pekerja dan sudah dikroscek dinas terkait dengan upah harian sekitar Rp 100—150 ribu yang jika ditotalkan dalam sebulan sudah melebihi Upah Minimum Kabupaten (UMK). Dalam bekerja, sambung Ferry, karyawan dibekali safety untuk keselamatan kerja. Selain itu memberikan pengobatan ketika terjadi kecelakaan kerja. “Kami terbuka, patuh terhadap aturan, berkonstribusi dan memprioritaskan tenaga kerja lokal,” tandasnya.

Sementara Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf SE MM, mengaku sudah melakukan kajian dan penilaian menyeluruh terhadap keberadaan dan operasional PT KTS, termasuk konstribusinya tidak hanya kepada masyarakat melainkan juga penerimaan daerah (pajak). Semua sudah dilaksanakan oleh PT KTS, yang artinya perusahaan ini sudah memiliki itikad yang baik. “Pada prinsipnya kita welcome terhadap investor asalkan keberadaannya tidak melanggar aturan. Dan kami tidak ingin investor merasa tidak nyaman di Sumbawa,” imbuhnya.

Rahma SP–Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, mengakui keberadaan PT KTS, legal. Saat perusahaan itu dilaunching 2017 lalu, hadir Jenderal (Purn) Moeldoko saat itu menjabat sebagai Ketua Himpunan Tani Indonesia (HTI). “Keberadaan perusahaan ini telah memberikan nilai tambah bagi petani sekitarnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Iswahyudi dari DPMPTSP Sumbawa menegaskan PT KTS legal karena semua persyaratan operasional sudah terpenuhi. “Pengurusannya semua di kantor kami. Kami juga tetap melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui PT Karya Tani Semesta (KTS) merupakan eksportir bawang merah dengan negara tujuan Thailand dan Singapore. Menurut Anes Savira SH selaku Kuasa Direktur sekaligus Kepala Penanaman, bahwa bawang merah yang dieksport adalah bawang merah varietas super Philip yang memiliki bentuk besar, bulat dan merah. Tahun ini saja tepatnya 2 Agustus 2019, PT KTS sudah eksport bawang merah ke dua negara tersebut. Eksport ini dihadiri Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. Saat itu Dirjen Holtikultura melepas 252 ton bawang merah dari Sumbawa dan Bima dengan total komitmen pada tahun ini mencapai 2.760 ton bawang merah ke Thailand dan Singapore. (JEN/SR)

Lihat Juga

Satpol Airud Polres Lobar Bantu Bangun Masjid

LOMBOK BARAT, SR (19/11/2019) Memberikan pelayanan tidak melulu berhubungan dengan hukum. Salah satu bentuk pelayanan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *