Home / Ekonomi / Gerah Didemo, PT KTS Bakal Tempuh Jalur Hukum

Gerah Didemo, PT KTS Bakal Tempuh Jalur Hukum

SUMBAWA BESAR, SR (10/10/2019)

Manajemen PT Karya Tani Semesta (PT KTS)—perusahaan eksportir Bawang Merah yang beroperasi di Des Usar Kecamatan Plampang, gerah dengan aksi demo sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Desa Usar dan diback-up LPKPK, beberapa waktu lalu. Dalam aksi itu pendemo menyampaikan tuduhan tidak berdasar terhadap perusahaannya. Seperti operasionalnya tidak berizin, tertutup, tidak memberikan konstribusi positif, dan tidak melaksanakan kewajibannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

Rossari, Direktur Marketing Pusat PT KTS, menegaskan segala tuduhan tersebut tidak benar. Jika Front Masyarakat Desa Usar dan LPKPK kembali menggelar aksi demo dan menyampaikan tuduhan yang sama, Rossari menyatakan perusahaannya akan melakukan langkah tegas, termasuk menempuh jalur hukum. Sebab aksi tersebut selain mengganggu operasional perusahaan maupun pekerja yang nota bene masyarakat lokal setempat, sehingga berujung dan berpotensi terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat.

Seperti diberitakan, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Desa Usar menggelar aksi demo di PT Karya Tani Semesta (KTS), Senin 9 September 2019). Aksi yang dikawal ketat puluhan aparat kepolisian dan TNI ini, selain di kantor PT KTS, massa yang diback-up LP KPK ini juga menggelar aksi di dua titik lainnya yakni Kantor Desa Usar dan Kantor Kecamatan Plampang.

Kordinator Aksi, Ade Panglima SH dalam orasinya menilai keberadaan PT KTS sangat tertutup. Sejak beroperasi 2016 hingga 2019 ini, perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam menyalurkan CSR yang merupakan program peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan dan tanggung jawabnya dalam menjamin bahwa kegiatan operasionalnya yang mampu menghasilkan barang atau jasa secara ekonomis, efesien dan bermutu. Lebih jauh ditegaskan Ade, perusahaan juga berkewajiban mematuhi hukum dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI. Kondisi tersebut pada akhirnya akan membuat proses produksi dan pemasaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan berjalan lancar dengan dengan hasil yang maksimal. Tentu semangat CSR diharapkan mampu menciptakan Keseimbangan perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karena itu Front Masyarakat Desa Usar mengajukan 7 tuntutan. Pertama, meminta Kades Usar Kecamatan Plampang mencabut rekomendasi ijin PT Karya Tani Semesta. Dua, PT Karya Tani Semesta harus memprioritaskan warga Usar sebagai karyawan/tenaga kerja di perusahaan tersebut. Tiga, Camat Plampang jangan menutup mata dengan keberadaan PT Karya Tani Semesta yang tidak menjalankan kewajibannya. Keempat, meminta DPRD Kabupaten Sumbawa segera memanggil pihak perusahaan sebab telah melanggar UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bupati Sumbawa No. 6 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Lima, Bupati Sumbawa bertanggung jawab atas kurangnya pengawasan internal pemerintah yang telah merugikan masyarakat Desa Usar. Enam, segera menaikkan gaji buruh kasar dari Rp 1000 per kilogram menjadi Rp 2000 per kilogram. Ketujuh, PT Karya Tani Semesta tidak boleh menolak bawang dari petani baik yang kecil maupun besar, harus diambil sesuai kondisi bawang. Jika semua tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dengan menduduki perusahaan tersebut. (JEN/SR)

Lihat Juga

Satpol Airud Polres Lobar Bantu Bangun Masjid

LOMBOK BARAT, SR (19/11/2019) Memberikan pelayanan tidak melulu berhubungan dengan hukum. Salah satu bentuk pelayanan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *