Home / Politik / Tanpa Mahar, Nasdem Laris Manis Diburu Bakal Calon

Tanpa Mahar, Nasdem Laris Manis Diburu Bakal Calon

SUMBAWA BESAR, SR (9/10/2019)

Sejak pendaftaran dibuka 23 September 2019 lalu, sejumlah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa berlomba-lomba mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat DPC Nasdem Sumbawa. Hingga kini tercatat 11 bakal calon yang sudah mengambil formulir. Meski demikian baru satu bakal calon yang sudah mengembalikan formulir sekaligus resmi mendaftar, yakni Ir H Mokhlis M.Si. Sedangkan yang sudah mengambil formulir tapi belum mendaftar adalah Drs. H. Mahmud Abdullah, Lalu Hermawansyah SE, Ir. Talifuddin M.Si, Sudirman S.IP, Syukri Rahmat S.Ag, Ir. Syarafuddin Jarot MM, Jamaluddin Afifi SH, HM Husni Djibril B.Sc, Dr. Andy Tirta M.Sc dan Baijuri Bulkiah SH.

Laris manisnya Partai Nasdem untuk Pilkada Sumbawa 2020 mendatang ini, karena dinilai berbeda dengan partai politik lainnya. Jika yang lain disinyalir mematok ‘harga’ kursi mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk bakal calon yang ingin diusung pada Pilkada, Nasdem justru Rp 0. Hal ini ditegaskan Sekretaris DPC Nasdem Sumbawa, Chandra Wijaya Rayes ST didampingi para pengurus partai saat menerima pendaftaran bakal calon, Ir H Mokhlis M.Si, Rabu (9/10/2019).

Dikatakan Jaya—akrab politisi ini disapa, tagline Partai Nasdem setiap Pilkada adalah partai tanpa mahar. Tagline ini bukan basa basi karena nyata dan terbukti adanya. Tidak ada harga kursi dan tidak ada transaksi. “Siapa yang maju menggunakan kendaraan politik Partai Nasdem, dia sudah clear and clean. Tidak ada hutang di Nasdem, karena dukungan kami tanpa mahar dan syarat,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskan mantan anggota DPRD Sumbawa dan Komisioner KPU ini, untuk bahwa mencari pemimpin di level apapun, Nasdem melakukan proses seleksi yang sangat elegan dan terbuka. Tentunya yang berkomitmen, berdedikasi dan siap mengabdi untuk kepentingan rakyat dan daerah. Pastinya yang diputuskan untuk dicalonkan adalah yang memiliki harapan menang.

Di bagian lain, Jaya mewanti-wanti kader partai untuk tidak melakukan politik transaksional. Ketika ini diketahui dan terbukti, tanpa ampun kader ini diberhentikan. Bagi yang anggota DPRD akan diberhentikan, dipecat sebagai kader dan dicabut keanggotaannya. Sebab ketika kader melakukan praktek transaksional, saat itu pula putuslah amanah yang dihajatkan untuk daerah dan masyarakat. “Kehadiran Partai Nasdem ingin pembaharuan. Karena itu kita sebagai kader tetap menjaga niat dan komitmen serta memberikan pendidikan politik yang baik, bermoral dan beretika kepada masyarakat,” pungkasnya.  (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur Ajak LSM Berkontribusi dalam Peningkatan Kapasitas Masyarakat

LOMBOK TENGAH, SR (6/10/2019) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *