Home / Ekonomi / Diberangkatkan ke Qatar Secara Ilegal, TKW Sumbawa Jatuh Sakit

Diberangkatkan ke Qatar Secara Ilegal, TKW Sumbawa Jatuh Sakit

SUMBAWA BESAR, SR (8/10/2019)

Baru sebulan diberangkatkan ke Qatar, Maryam (45)—TKW atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumer Payung, Desa Karang Dima Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa, minta dipulangkan. Pasalnya, istri dari Kamaruddin ini jatuh sakit. Tangan dan kakinya bengkak, akibat kerja nonstop dari pukul 05.00 pagi hingga pukul 03.00 dinihari waktu setempat. PMI ini hanya istirahat 2 jam, yang kemudian lanjut kerja secara terus menerus. Kondisi PMI ini diungkap Hj Siti Aminah Mawaddah—Paralegal dari LSM PENA saat menggelar rapat koordinasi Satgas Penanganan TKI Bermasalah Kabupaten Sumbawa guna membahas persoalan tersebut di Ruang Kerja Kadisnakertrans Sumbawa, Selasa (8/10). Hadir pada rapat yang dipimpin Kadis Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc didampingi Kabid Penta Khairil Anwar S.Sos ini, di antaranya perwakilan Imigrasi, Dukcapil, Balai Pengawasan Tenaga Kerja, Ketua APJATI dan Aspataki.

Menurut Aminah, kondisi Maryam diketahuinya dari pesan Whatsapp (WA) yang dikirim PMI tersebut. Pesan itu disertai dengan foto-foto kondisi fisik Maryam. Maryam meminta agar dia dipulangkan. Aminah pun berkoordinasi dengan Disnakertrans untuk memastikan jalur keberangkatan Maryam. Ternyata keberangkatan Maryam ke Qatar unprosedural alias ilegal. Selain tidak tercatat di Disnakertrans Sumbawa melalui LTSP-P2TKI, juga pihak yang memberangkatkan bukan bagian dari Aspataki dan APJATI—dua lembaga berhimpun sejumlah PPTKIS resmi di Kabupaten Sumbawa. Usut punya usut, Maryam diberangkatkan oleh dua oknum berinisial DD dan BM. Tak hanya itu, passport yang dikantongi Maryam hingga sampai di Qatar adalah passport pelancong atau kunjungan, bukan parport tenaga kerja.

Aminah meminta pihak terkait termasuk Disnakertrans untuk segera memulangkan Maryam. Aminah juga mendesak agar dua oknum yang memberangkatkan Maryam dapat ditindak tegas atau diproses hukum agar ada efek jera. “Kami tidak ingin muncul kasus serupa atau kasus-kasus PMI lainnya di kemudian hari,” tukasnya.

Sementara Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbawa, Khairil Anwar S.Sos kepada SAMAWAREA, mengakui telah menerima pengaduan terkait kasus Maryam. Ia juga mengakui pemberangkatan Maryam ke Qatar melalui jalur unprosedural. Aminah tidak diberangkatkan oleh perusahaan pengerah tenaga kerja melainkan oleh perorangan berinisial DD dan BM. Kedua oknum ini juga tidak masuk sebagai anggota Aspataki maupun APJATI. Untuk diketahui ungkap Khairil, Qatar yang menjadi negara tujuan Maryam, termasuk dalam negara timur tengah yang dimoratorium untuk pengiriman PMI. Untuk menyelesaikan masalah ini, pihaknya mencoba melakukan mediasi. Namun dua oknum yang memberangkatkan Maryam enggan hadir meski beberapa kali diundang. Karena itu Disnakertrans menggelar pertemuan dengan Satgas Penanganan TKI Bermasalah guna membantu menfasilitasi dan menyelesaikan masalah tersebut. Jika memang dalam pertemuan ini terungkap mengarah ke Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), maka penanganannya diserahkan kepada pihak kepolisian dan Balai Pengawas selaku PPNS. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pelajar dan Guru di NTB Berpeluang Belajar di Australia

MATARAM, SR (8/10/2019) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Iswandi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *