Home / Olahraga / Jaring Bibit Atletik, 230 Pelajar Sumbawa Diidentifikasi Kemenpora

Jaring Bibit Atletik, 230 Pelajar Sumbawa Diidentifikasi Kemenpora

SUMBAWA BESAR, SR (5/10/2019)

Kementerian Pemuda dan Olah Raga melalui Asisten Deputi (Asdep) Pembibitan dan Iptek Olahraga melakukan program identifikasi bakat atlet atletik di Kabupaten Sumbawa. Kemenpora langsung mengutus mantan sprinter Indonesia Suryo Agung sebagai koordinator.

Kepada media ini kemarin pemilik rekor sprint 10,17 detik ini mengatakan, untuk program tersebut di Indonesia pada 2019 terbagi di sekitar 20 titik lebih. Terbanyak di cabang olahraga atletik yakni delapan titik. Dari jumlah itu, sebutnya, lima titik di NTB. Dua titik di Pulau Lombok dan tiga titik di Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Sumbawa, titik pertama di Kabupaten Bima, titik kedua di Kota Bima dan titik tiga Kabupaten Sumbawa dan KSB. ‘’Mengapa NTB terbanyak titik identifikasi karena merupakan lumbung atletik. Semua orang di Indonesia terutama pegiat atletik mengakui hal itu. Apalagi sekarang muncul nama Zohri sprinter andalan Indonesia dan atlet atletik lain yang juga berasal dari NTB,’’ kata Suryo.

Sebelum melakukan tes identifikasi di Gedung Padepokan GOR Mampis Rungan Jumat, (4/10) kemarin, dilakukan bimbingan teknis bagi 20 guru olahraga. 10 guru dari Kabupaten Sumbawa dan 5 dari KSB. Ini bertujuan untuk membantu suksesnya program ini secara teknis. Sementara pelaksanaan tes identifikasi dilakukan Sabtu (5/10) di GOR Mampis Rungan Sumbawa. Sebanyak 270 peserta dari pelajar Sekolah Menengah Pertama terdiri dari 230 Kabupaten Sumbawa dan 40 dari KSB akan dilakukan tes pencarian bibit atlet.

Menurut Kabid Olahraga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Sartono SE, M.Si, secara umum pemanduan bakat merupakan proses pencarian bibit atlet yang memiliki sejumlah instrument dalam tes seperti tinggi badan, berat badan, dan loncat tegak, guna mendeteksi bakat calon atlet pada beberapa cabang olahraga tetapi belum spesifik pada nomor pertandingan. Sementara itu, identifikasi bakat disusun berdasarkan instrumen tes yang dikhususkan pada satu cabang olahraga, dalam hal ini bulu tangkis. Di sini, skill pemain diperhatikan. Lebih lanjut dikatakan tujuan identifikasi bakat cabang olahraga adalah menciptakan sistem jangka panjang yang sesuai dengan prinsip pembangunan perkembangan atlet jangka panjang serta menemukan atlet sedini mungkin untuk dikembangkan agar berprestasi. ‘’Dari tes yang dilaksanakan diharapkan muncul beberapa pelajar yang berpotensi untuk lebih lanjut dibina di Cabang Olahraga Atletik,’’ harapnya. (SR)

Lihat Juga

Hadapi UNBK, Amman Mineral Gelar Pelatihan Pemantapan Materi dan Bedah SKL

SUMBAWA BARAT, SR (11/10/2019) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) menggelar Pelatihan Pemantapan Materi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *