Home / Ekonomi / Penutupan Main Jaran Tandai Closing Ceremony Festival Pesona Moyo 2019

Penutupan Main Jaran Tandai Closing Ceremony Festival Pesona Moyo 2019

SUMBAWA BESAR, SR (30/9/2019)

Kejuaraan Pacuan Kuda atau Main Jaran di Kerato Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa yang berakhir Minggu (29/9/2019) bertepatan dengan penutupan Festival Pesona Moyo (FPM) 2019. Karena itu acara penutupan event budaya dan promosi wisata Sumbawa tersebut dilaksanakan di arena pacuan setempat. Kegiatan yang ditutup Wakil Bupati Sumbawa ini dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc, pejabat Pemprov, Ketua DPRD Sumbawa, Anggota Forkopimda, Anggota DPRD Provinsi dan Kepala OPD kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan rasa syukur dapat melaksanakan semua rangkaian kegiatan Festival Pesona Moyo 2019. Atas nama pimpinan daerah Kabupaten Sumbawa, Wabup menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa beserta segenap panitia yang telah bekerja keras, sehingga seluruh rangkaian kegiatan Festival Pesona Moyo 2019, termasuk Main Jaran ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

Sebelumnya, masyarakat Sumbawa telah menyaksikan Pelayaran Perdana Long Distance Ferry KMP. Swarna Bahtera rute Badas–Surabaya yang menandai satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Kehadiran jalur pelayaran baru Badas–Surabaya ini, merupakan suatu lompatan keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam menghadirkan sarana transportasi laut yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta connect dengan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang saat ini sedang gencar-gencarnya memajukan sektor pariwisata di daerah ini. “Kita tahu bahwa memajukan pariwisata bukan sekedar memoles potensi dan destinasi wisata yang kita miliki, tetapi lebih dari itu, aksesibilitas dan konektivitas melalui penyediaan sarana transportasi yang memadai menjadi sebuah keniscayaan jika kita ingin para wisatawan datang berbondong-bondong ke Tana’ Samawa. Ada begitu banyak potensi, begitu banyak pesona keindahan, mulai dari pulau-pulau kecil nan cantik, kehidupan bersahaja nan unik, sejarah dan budaya, kesenian, tradisi dan adat istiadat, hingga pesona bawah laut yang dimiliki daerah ini, yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri bukan hanya bagi para wisatawan, tetapi juga bagi para investor,” beber Wabup yang akrab disapa Haji Mo’.

Untuk itu, Ia sangat berterima kasih atas sinergitas dan kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah Kabupaten Sumbawa dan seluruh stakeholder, sehingga berbagai program pembangunan sektor kepariwisataan yang telah diikhtiarkan, perlahan namun pasti, sudah mengarah pada kondisi yang diharapkan.

Terkait dengan Main Jaran atau Pacuan Kuda Tradisional Sumbawa sebagai bagian dari kegiatan yang menyemarakkan Festival Pesona Moyo 2019, menurut Wabup, menjadi event menarik dan sangat digemari oleh para pecinta pacuan kuda, wisatawan dan juga masyarakat pada umumnya. Pemerintah Kabupaten Sumbawa sangat mengapresiasi keberadaan Lomba Main Jaran ini, di satu sisi sangat menguntungkan bagi para pemilik kuda pacuan, bagi para pelaku usaha, para pegiat olahraga, termasuk para pecinta Main Jaran. Dan di sisi lain, ajang untuk mempromosikan budaya Main Jaran Samawa, dimana penunggangnya adalah joki cilik yang memberikan keunikan tersendiri dari event ini.

Dengan semakin banyaknya pihak yang ikut terlibat dalam event tersebut, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumbawa. Keberadaan kegiatan ini juga menjadi salah satu indikator kemajuan budaya tradisional Sumbawa di tengah derasnya pengaruh budaya modern dewasa ini. “Saya merasa optimis, dengan respon yang baik dari segenap elemen masyarakat, insya Allah keberadaan Main Jaran juga akan mendukung kemajuan dan memperkuat daya saing pariwisata Sumbawa ke depan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyadari, sebagai daerah yang sedang menggeliatkan sektor pariwisata, tentu masih banyak hal yang harus disempurnakan. Seiring berjalannya waktu, pemerintah bersama masyarakat Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mengupayakan dan mengaktualisasikan program-program pembangunan kepariwisataan, dan Festival Pesona Moyo 2019 ini menjadi bagian dari upaya dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata Sumbawa. (JEN/SR)

Lihat Juga

Rumah Zakat Launching 4 Desa Berdaya Baru di NTB

SUMBAWA BESAR, SR (12/10/2019) Sejak ditetapkan sebagai salah satu dari 13 program prioritas penanggulangan kemiskinan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *