Home / Ekonomi / Diiniasi KKL UNSA, Desa Ngeru Kini Jadi Kampung Gerabah

Diiniasi KKL UNSA, Desa Ngeru Kini Jadi Kampung Gerabah

SUMBAWA BESAR, SR (10/9/2019)

Mahasiswa KKL T UNSA (Universitas Samawa) melakukan berbagai inovasi dan kreativitas untuk membangkitkan keberdayaan masyarakat melalui berbagai program dan tindakan nyata. Ini dilakukan dalam rangka menguatkan potensi lokal beberapa desa di Kabupaten Sumbawa. Salah satunya yang dilakukan oleh kelompok KKL Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir. Mereka menginisiasi pencanangan Desa Ngeru sebagai kampung gerabah di Kabupaten Sumbawa. Sementara beberapa stakeholder yang hadir adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Camat Moyo Hilir, LPPM UNSA. Sedangkan pesertanya adalah sebagian besar warga desa Ngeru, termasuk BPD, Karang Taruna, Pokdarwis, dan seluruh kelompok pengrajin gerabah desa Ngeru. Secara resmi para stakehoulder menandatangani dokumen pencanangan Desa Ngeru sebagai kampung gerabah di Kabupaten Sumbawa.

Inisiasi ini dilatari bahwa Desa Ngeru memiliki beberapa kelompok pengrajin gerabah yang selama ini tak tersentuh kebijakan apapun, sehingga potensi lokal tersebut hanya diproduksi seadanya tergantung pesanan. Artinya fenomena ini memberikan pesan bahwa keberdayaan masyarakat khususnya pengrajin gerabah di Desa Ngeru berjalan tanpa progres, padahal potensi ini layak dikembangkan sebagai ikon desa. Sehingga pengrajin gerabah banyak yang sudah tidak aktif dan gerabah yang ada di Desa Ngeru kurang dikenal oleh publik secara umum. Atas dasar itu, KKL T UNSA Desa Ngeru berinisiasi untuk mengembangkan potensi tersebut melalui strategi pencanangan Desa Ngeru sebagai kampung gerabah. Dengan demikian akan melekat pada desa bahwa Ngeru memiliki ikon atau ciri khas yang memang secara alamiah masyarakat akan memiliki stimulasi untuk mengembangkan kerajinannya tersebut. Jika ini berjalan dengan baik, ekspektasinya adalah setiap orang atau wisatawan yang ingin mengenal gerabah, maka pikiran masyarakat dan pemerintah akan tertuju ke Desa Ngeru, pada akhirnya desa Ngeru akan dikenal secara holistik. Para mahasiswa KKL T UNSA di Desa Ngeru menginginkan Ngeru menjadi ikon gerabah di Sumbawa. Ketika orang menyebutkan pandai besi, maka pikiran orang secara otomatis akan tertuju ke Batu Alang dan Talwa. Jika orang menyebutkan “kere alang”, akan tertuju ke Desa Poto, dan ketika mencari permen susu kuda liar, otomatis tertuju ke Desa Penyaring. Demikian jika orang menyebutkan gerabah, akan tertuju ke Desa Ngeru.

Kades Ngeru, Khaeruddin mengaku bangga dan bersyukur adanya tindakan riel para mahasiswa KKL. “Ini aksi yang luar biasa bagi kami di desa sebagai masyarakat penerima manfaat. Apa yang menjadi inisiasi adik-adik KKL adalah keberkahan bagi kami. Terimakasih yang tak terhingga buat adik-adik semuanya, semoga nanti desa kami akan ramai para pengrajin gerabah dan banyak masyarakat Kabupaten

Sumbawa dan para tamu nantinya bisa mampir di desa kami ini,” harap Kades.

Heri Kurniawansyah HS, SAP., MPA selaku dosen pembimbing KKL di Desa Ngeru turut bangga dan memberikan apresiasi atas salah satu program kerja para mahasiswanya. Menurutnya, program kerja ini akan berimplikasi besar terhadap eksistensi pengrajin gerabah di Desa Ngeru. Dengan penetapan ini Kabupaten Sumbawa telah memiliki kampung gerabah, sehingga ikon ini akan menstimulasi pengrajin dalam mengembangkan karya lebih masif.

Camat Moyo Hilir, Hartono, S.Sos berharap kedepan implikasi dari pencanangan ini bersiat sustainable development. “Bagi saya ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa, selaku camat saya bangga ada kelompok mahasiswa yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya dengan ide-ide cemerlang di wilayah kami,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kadis DPMD Sumbawa, Varian Bintoro, M.Si, Diskoperindag, dan Dr. Ieke Wulan Ayu, SP., M.Si selaku Ketua LPPM UNSA. Mereka berharap ini dapat ditingkatkan dan mahasiswa UNSA semakin inovatif. (SR)

Lihat Juga

Wawasan Keagamaan Dosen dan Staf UTS Terus Ditingkatkan

SUMBAWA BESAR, SR (7/12/2019) Pembinaan spiritual menjadi kegiatan rutin Jum’at pagi bagi para civitas akademika ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *