Home / Ekonomi / Ajukan 7 Tuntutan, Front Masyarakat Desa Usar Demo PT KTS

Ajukan 7 Tuntutan, Front Masyarakat Desa Usar Demo PT KTS

SUMBAWA BESAR, SR (10/9/2019)

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Masyarakat Desa Usar menggelar aksi demo di PT Karya Tani Semesta (KTS), Senin (9/9/2019). Aksi yang dikawal ketat puluhan aparat kepolisian dan TNI ini, selain di kantor PT KTS, massa yang diback-up LP KPK ini juga menggelar aksi di dua titik lainnya yakni Kantor Desa Usar dan Kantor Kecamatan Plampang.

Kordinator Aksi, Ade Panglima SH dalam orasinya menilai keberadaan PT KTS sangat tertutup. Sejak beroperasi 2016 hingga 2019 ini, perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama dalam menyalurkan CSR yang merupakan program peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan dan tanggung jawabnya dalam menjamin bahwa kegiatan operasionalnya yang mampu menghasilkan barang atau jasa secara ekonomis, efesien dan bermutu. Lebih jauh ditegaskan Ade, perusahaan juga berkewajiban mematuhi hukum dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI. Kondisi tersebut pada akhirnya akan membuat proses produksi dan pemasaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan berjalan lancar dengan dengan hasil yang maksimal. Tentu semangat CSR diharapkan mampu menciptakan Keseimbangan perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.

Karena itu Front Masyarakat Desa Usar mengajukan 7 tuntutan. Pertama, meminta Kades Usar Kecamatan Plampang mencabut rekomendasi ijin PT Karya Tani Semesta. Dua, PT Karya Tani Semesta harus memprioritaskan warga Usar sebagai karyawan/tenaga kerja di perusahaan tersebut. Tiga, Camat Plampang jangan menutup mata dengan keberadaan PT Karya Tani Semesta yang tidak menjalankan kewajibannya. Keempat, meminta DPRD Kabupaten Sumbawa segera memanggil pihak perusahaan sebab telah melanggar UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Bupati Sumbawa No. 6 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Lima, Bupati Sumbawa bertanggung jawab atas kurangnya pengawasan internal pemerintah yang telah merugikan masyarakat Desa Usar. Enam, segera menaikkan gaji buruh kasar dari Rp 1000 per kilogram menjadi Rp 2000 per kilogram. Ketujuh,

PT Karya Tani Semesta tidak boleh menolak bawang dari petani baik yang kecil maupun besar, harus diambil sesuai kondisi bawang. Jika semua tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dengan menduduki perusahaan tersebut. “Mulai hari ini PT Karya Tani Semesta tidak boleh beroperasi selama tuntutan kami belum dilaksanakan,” tegas Sunardin S.Pd selaku Humas Front Masyarakat Usar dan LP-KPK

Menanggapi aksi itu, Staf PT KTS, Yudi menyatakan sangat menghargai segala tuntutan pendemo. Mengenai tenaga kerja, Yudi menyatakan bisa dari mana saja. Sedangkan upah, sudah melebihi UMR (Upah Minimum Regional) yakni sebesar Rp 1,4 juta. Ini dari kalkulasi Rp 1000 per kilogram dan pekerja bisa mendapatkan Rp 60 ribu per hari/orang. (BUR/SR)

Lihat Juga

Dipolisikan Sekelompok Orang, Kades Gapit Balik Melapor

Terkait Lahan Rencana Pembangunan PLTU Sumbawa II SUMBAWA BESAR, SR (9/9/2019) Molornya pembangunan PLTU Sumbawa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *