Home / Ekonomi / UTS dan Sumber Alam Desa Batu Dulang Kolaborasi Produksi Minyak Kemiri

UTS dan Sumber Alam Desa Batu Dulang Kolaborasi Produksi Minyak Kemiri

SUMBAWA BESAR, SR (5/9/2019)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berkolaborasi dengan Sumber Alam Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh melakukan proses produksi minyak kemiri. Hal ini ditandai dengan kegiatan Pelatihan dan Workshop Penerapan Teknologi Pemisahan Minyak Kemiri di Kantor Desa Batu Dulang Kabupaten Sumbawa, belum lama ini. Program tersebut mendapatkan bantuan dana hibah dari Kementerian Ristek Dikti melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus. Kegiatan tersebut dilaksanakan Tim Pelaksana dari UTS yang diketuai Emsal Yanuar dan beranggotakan Sudrajat Martadinata dan Wirya Sarwana. Selain itu melibatkan beberapa mahasiswa lainnya yakni Kiki Firanita, Ihsanul Huda, Indah Nurulita dan Amira Fitriani.

Pelatihan dan workshop ini dilaksanakan setelah melalui serangkaian tahapan. Meliputi survei dan identifikasi permasalahan, sosialisasi mengenai kegiatan pengabdian, hingga tahap pelaksanaan. Pelatihan dan workshop ini bertujuan untuk meningkat kemampuan mitra dalam menggunakan dan menerapkan teknologi-teknologi  dalam proses produksi minyak kemiri. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan mengenai manajemen usaha dan penentuan harga pokok produksi yang disampaikan tim pemateri, Nova Aditya Ananda, Diah Intan Saputri dan Fahlia selaku Dosen Universitas Teknologi Sumbawa. Pelatihan manajemen usaha dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam menjalankan usaha produksi minyak agar memiliki sistem manajemen yang lebih baik.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi Desa Batu Dulang dalam memproduksi minyak kemiri. Dibuktikan dengan distribusi pemasaran minyak kemiri di tingkat regional maupun nasional. Desa Batu Dulang merupakan desa yang terletak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Sumbawa dengan segala nuansa alam yang dimilikinya mampu menjadikannya desa penghasil minyak kemiri di NTB.

Sahabuddin Ahong selaku Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Alam mengaku mengalami kendala dalam memenuhi permintaan pasar. Selain itu pemisahan minyak kemiri memakan waktu yang lama. Tingginya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan waktu produksi menyebabkan ketidakmampuan produsen untuk memenuhi seluruh permintaan konsumen. Lamanya waktu produksi dengan kualitas minyak kemiri yang masih rendah dan tingginya permintaan konsumen menghambat perkembangan usaha secara signifikan dibandingkan dengan besarnya peluang yang dimiliki.

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) berusaha membantu dan mengatasi permasalahan tersebut. UTS bekerja sama dengan mitra menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat dalam melakukan proses pemisahan dan pemurnian minyak kemiri. Upaya yang dilakukan yaitu melalui penerapan teknologi pengeringan, pemisahan dan pemurnian kemiri. Penerapan teknologi ini berupa penggunaan solar drier dalam proses mengeringkan biji kemiri, proses penyaringan menggunakan Vakum Buchner, proses pemisahan minyak menggunakan corong pisah. Guna menjamin dan meningkatkan mutu kualitas minyak kemiri yang dihasilkan, akan dilakukan pengujian komposisi, kandungan asam lemak bebas, bilangan penyabunan, densitas dan viskositas, serta karakterisasi minyak kemiri.

Untuk diketahui kegiatan pengabdian ini mendapatkan antusias dan respon positif dari masyarakat setempat, khususnya para pelaku usaha. Sahabuddin selaku Ketua KUB Sumber Alam menyatakan sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang tentunya mampu membawa perubahan besar dalam menjalankan usahanya. Selain itu, Ia berusaha melakukan tindak lanjut memperbanyak alat-alat produksi melalui pemerintah setempat sehingga nantinya menunjang kegiatan produksi yang lebih baik. Dengan tetap tersedianya program pengabdian masyarakat oleh Ristekdikti dan Universitas Teknologi Sumbawa, diharapkan mampu membantu dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat dan memberikan manfaat besar menuju perubahan yang lebih baik. (SR)

Lihat Juga

Pemprov NTB dengan Dubes Rusia Bahas Peluang Beasiswa

JAKARTA, SR (12/9/2019) Rombongan Tim Beasiswa Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB bersama Hj. Niken Saptarini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *