Home / Kesehatan / Utang BPJS Kesehatan di RSUD Sumbawa Capai 11 Milyar
dr. Dede Hasan Basri, Direktur RSUD Sumbawa

Utang BPJS Kesehatan di RSUD Sumbawa Capai 11 Milyar

SUMBAWA BESAR, SR (30/8/2019)

Utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS-K) di RSUD Sumbawa cukup besar. Pasalnya hingga BPJS Kesehatan belum membayar tunggakan peserta BPJS yang mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumbawa ini selama 3 bulan. Terhitung Mei, Juni, dan Juli 2019.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri yang dikonfirmasi, Jum’at (30/8), mengakui hal itu. Tiga bulan tunggakan itu berkisar 3,6 milyar—3,8 Milyar setiap bulan. Belum lagi ditambah pendingan dana BPJS sebesar Rp 2 milyar. Jika ditotalkan bisa mencapai Rp 11 milyar lebih. Biasanya diakui dr. Dede, tunggakan BPJS ini paling lama 2 bulan. Tunggakan ini tidak hanya terjadi terhadap RSUD Sumbawa tapi secara nasional di semua rumah sakit. Ia berharap utang BPJS ini bisa terbayar agar pelayanan di RSUD Sumbawa semakin maksimal. Meski demikian sejauh ini kondisi pelayanan di RSUD Sumbawa tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Dalam mengatasi kondisi keuangan dan kebutuhan RSUD seperti pembelian obat, laboratorium, radiologi dan biaya operasional lainnya, dr Dede mengaku ditanggulangi dengan penghasilan rumah sakit setiap harinya dari inovasi-inovasi yang diciptakan. Di antaranya pelayanan kesehatan Calon TKI, pemeriksaan kesehatan jamaah umroh dan lainnya. Dari inovasi tersebut, penghasilan sebelumnya hanya berkisar Rp 9 juta per hari meningkat menjadi 20—25 juta/hari. “Artinya posisi operasional sekarang masih On dan bisa diatasi. Tapi kalau sampai 5 bulan ke atas BPJS belum membayar tunggakan, kami akan kesulitan dan bisa mengganggu pelayanan,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Kemenkes RI Rekomendasikan RSUD Sumbawa Tetap Type C

SUMBAWA BESAR, SR (30/8/2019) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa tetap menjadi rumah sakit type ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *