Home / Kesehatan / Kemenkes RI Rekomendasikan RSUD Sumbawa Tetap Type C
Dirut RSUD Sumbawa dr. Dede Hasan Basri saat menyampaikan jumpa pers terkait Type RSUD Sumbawa, Jumat (30/8/2019))

Kemenkes RI Rekomendasikan RSUD Sumbawa Tetap Type C

SUMBAWA BESAR, SR (30/8/2019)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa tetap menjadi rumah sakit type C. Hal ini menyusul adanya protes yang dilayangkan Pemda Sumbawa terkait diturunkannya RSUD Sumbawa dari Type C ke Type D oleh Kementerian Kesehatan belum lama ini. Protes tersebut ditanggapi dengan diterbitkannya Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Penilaian Ulang terhadap 615 Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan, 28 Agustus 2019. Rekomendasi bernomor YR.05.01/III/3787/2019 ini menyatakan RSUD Sumbawa tetap Type C.

Menurut Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri saat jumpa pers di ruang kerjanya, Jumat (30/8), dalam rekomendasi itu menyebutkan ada 194 rumah sakit di seluruh Indonesia yang turun kelas atau penyesuaian kelas. Dari sejumlah rumah sakit ini, RSUD Sumbawa tidak termasuk di dalamnya. Artinya bagi rumah sakit yang tidak direkomendasikan untuk dilakukan penyesuaian kelas maka izin operasional menggunakan izin operasional lama yang masih berlaku. “Ini patut disyukuri dari rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit hasil penilaian ulang Kementerian Kesehatan Tahun 2019, RSUD Sumbawa tidak termasuk rumah sakit yang turun kelas, tapi tetap Type C,” ungkap Dokter Dede—akrab Direktur low profil ini.

RSUD Sumbawa dengan Type C ini jelas dr. Dede, sudah sesuai dengan kriteria yang ada. Bahkan lebih dari persyaratan yang ditetapkan untuk Rumah Sakit Type C. Antara lain jumlah dokter spesialis meliputi spesialis dasar, gigi dan penunjang, serta kondisi peralatan, bangunan dan pelayanan. Disebutkan bahwa untuk Rumah Sakit Type C, disyaratkan terdapat 4 spesialis dasar dengan jumlah dokter spesialis minimal 2 pada masing-masing spesialis dasar, yaitu 2 Dokter Spesialis Kandungan, 2 Dokter Spesialis Anak, 2 Dokter Spesialis Dalam, dan 2 Dokter Spesialis Bedah, ditunjang Dokter Spesialis Anastesi dan Dokter Spesialis Radiologi.

Sementara jumlah dokter spesialis di RSUD Sumbawa saat ini sudah melebihi jumlah yang disyaratkan untuk Rumah Sakit Type C. Jumlah dokter spesialis penunjang yang ada saat ini 17 orang, jumlah seluruhnya ada 24 orang, termasuk 3 Dokter Spesialis Anak dan 3 Dokter Spesialis Bedah. Bahkan RSUD Sumbawa adalah satu-satunya di Pulau Sumbawa yang punya dokter spesialis penunjang orthopedy. Selain itu, alat IGD RSUD Sumbawa bahkan masuk dalam kategori Rumah Sakit type A. “Jadi RSUD Sumbawa ini sebenarnya 100% Type C, bahkan mengarah ke Type B,” ujarnya.

Untuk mengarah ke Type B, lanjut dr Dede, pihaknya tinggal hanya menambah sub spesialisnya. Untuk mendapat sub spesialis ini, dokter spesialis yang ada harus menempuh pendidikan sub spesialis. Selain itu penambahan sarana penunjang seperti jumlah Bed. Untuk Type C, jumlah Bed dari 100—150 buah, sedangkan Type B minimal 200 bed. Karenanya upaya ini terus dilakukan dengan melengkapi persyaratan yang ada, tentunya diikuti dengan perbaikan pelayanan lebih baik dari sekarang. Di antaranya menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Airlangga. Semua bedah saraf, bedah torak, bedah jantung dan lainnya, bisa dilaksanakan di RSUD Sumbawa. Pasien tidak lagi dirujuk ke luar daerah, dan Sumbawa akan menjadi pusat penanganan medis di wilayah timur Indonesia. (JEN/SR)

Lihat Juga

Gubernur Apresiasi Sedekah Seribu ala Warga Babakan

MATARAM, SR (15/9/2019) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri penyerahan santunan Gerakan Sedekah Seribu (Gassibu) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *