Home / Ekonomi / Pengangguran di Sumbawa Tersisa 3,59 Persen, 10.100 Orang Miskin Terentaskan

Pengangguran di Sumbawa Tersisa 3,59 Persen, 10.100 Orang Miskin Terentaskan

SUMBAWA BESAR, SR (18/8/2019)

Jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah bekerja keras melalui berbagai program baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumbawa, maupun yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat, dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah ini. Berbagai program itu di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kelompok Usaha Bersama (KUBe), dan Kredit Sahabat (KRABAT) bagi petani dan masyarakat miskin. Hal ini disampaikan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc pada malam Tasyakuran HUT RI ke-74 di Taman Pahlawan Sumbawa, Sabtu (17/8) malam.

Menurut Bupati, dari berbagai intervensi program tersebut, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2014 lalu masih berada pada angka 16,87 %, turun signifikan menjadi 14,08 % pada Tahun 2018. Artinya, sebanyak 10.100 orang miskin telah dapat ditangani dan terentaskan dari status penduduk miskin. Kemudian penanganan masalah pengangguran. Disebutkan Bupati, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sumbawa telah mengalami penurunan yang cukup baik. Dari 4,20 % pada Tahun 2015, menurun menjadi 3,59 % pada Tahun 2018. Hal ini tentunya tidak terlepas dari berbagai ikhtiar yang telah dilakukan pemerintah daerah. Antara lain melalui optimalisasi Loka Latihan Kerja (LLK) untuk melaksanakan Pelatihan Berbasis Kompetensi sehingga dapat meningkatkan keterampilan para pencari kerja. Selain itu, bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di luar negeri, Pemda melalui leading sektor terkait juga telah meningkatkan pelayanan CPMI melalui Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) secara lebih cepat, mudah, murah dan aman. Sehingga pengiriman cpmi ke luar negeri semakin tertib sekaligus dapat menekan pengiriman CPMI secara illegal atau unprosedural. “Bahkan saat ini kami juga tengah menjajaki kerjasama dengan lembaga pelatihan swasta dalam rangka memenuhi sertifikasi kompetensi tenaga kerja kita,” imbuhnya.

Meski berbagai ikhtiar dan kerja keras telah dilakukan oleh pemerintah daerah, Bupati menyadari bukan berarti terbebas dari kritikan, baik yang dilontarkan secara langsung maupun yang disampaikan melalui media-media sosial. Namun pihaknya tetap berbesar hati, selama bersifat konstruktif sangat menghargai kritikan tersebut untuk memacu semangat agar bekerja lebih baik dan lebih keras lagi. (SR)

Lihat Juga

Mappecara Dkk Tegaskan Sebagai Pemilik Lahan di Lokasi PLTU Sumbawa 2

Anto: Kami Punya Bukti yang Diakui Pemerintah SUMBAWA BESAR, SR (10/9/2019) Polemik lahan rencana pembangunan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *