Home / Pemerintahan / Bupati Sumbawa Ungkap 2 Masalah di Acara Tasyakuran HUT RI

Bupati Sumbawa Ungkap 2 Masalah di Acara Tasyakuran HUT RI

SUMBAWA BESAR, SR (18/8/2019)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc mengemukakan ada dua masalah yang saat ini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Bahkan persoalan ini menjadi bahan kritikan bagi pemerintah daerah yang perlu mendapat klarifikasi. Karena itu Bupati memanfaatkan momen Acara Tasyakuran HUT RI ke-74 di Taman Pahlawan Sumbawa, Sabtu (17/8) malam untuk memberikan penjelasan. Disebutkan Bupati, masalah tersebut adalah hengkangnya Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia, dan penurunan kelas RSUD Sumbawa dari Tipe C menjadi Tipe D.

Terkait tidak beroperasinya penerbangan Garuda saat ini, ungkap Bupati, semata-mata merupakan aksi korporasi yang murni berdasarkan kalkulasi bisnis maskapai bersangkutan. Beberapa bulan sebelum berhenti terbang di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, maskapai Garuda juga berhenti terbang di beberapa rute penerbangan jarak pendek. Seperti rute Bandara Malikussaleh Aceh Utara ke Bandara Kuala Namu Sumatera Utara. Atas kondisi ini, Bupati menghimbau masyarakat agar tidak menanggapi secara berlebihan, karena saat ini pengelola bandara sudah bersurat kepada Wings Air untuk dapat menambah trafic penerbangan guna mengantisipasi permintaan penumpang yang terus meningkat.

Kemudian terkait penurunan kelas RSUD Sumbawa yang direkomendasikan turun dari kelas Tipe C menjadi Kelas Tipe D oleh Kemenkes RI. Bupati Husni menerangkan bahwa masing-masing rumah sakit diberi ruang untuk menyampaikan keberatan atau sanggahan kepada Dirjen Pelayanan Kesehatan hingga batas waktu 12 Agustus 2019. Keberatan atau sanggahan tersebut disertai dengan alasan sesuai dengan Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit serta Tata Cara Keberatan. “Alhamdulillah, Pemerintah Daerah melalui Direktur RSUD Sumbawa telah mengajukan keberatan atau sanggahan dan klarifikasi kepada Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI per 1 Agustus 2019 disertai dengan alasan-alasan rasional, karena rekomendasi penurunan kelas RSUD itu berdasarkan data Tahun 2017, sehingga tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya pada saat ini,” tukas Bupati.

Jika dilihat dari persyaratan Rumah Sakit Tipe C dengan merujuk kepada ketentuan permenkes nomor 56 Tahun 2014, RSUD Sumbawa sebenarnya telah memenuhi persyaratan. Bahkan melebihi standar Rumah Sakit Tipe C. Antara lain jumlah dokter spesialis meliputi spesialis dasar, gigi dan penunjang, serta kondisi peralatan, bangunan dan pelayanan. Disebutkan bahwa untuk Rumah Sakit Type C, disyaratkan terdapat 4 spesialis dasar dengan jumlah dokter spesialis minimal 2 pada masing-masing spesialis dasar, yaitu 2 Dokter Spesialis Kandungan, 2 Dokter Spesialis Anak, 2 Dokter Spesialis Dalam, dan 2 Dokter Spesialis Bedah, ditunjang Dokter Spesialis Anastesi dan Dokter Spesialis Radiologi. Jumlah dokter spesialis di RSUD Sumbawa saat ini sudah melebihi jumlah yang disyaratkan untuk Rumah Sakit Type C. Jumlah dokter spesialis penunjang yang ada saat ini 17 orang, jumlah seluruhnya ada 24 orang. Bahkan RSUD Sumbawa adalah satu-satunya di Pulau Sumbawa yang memiliki dokter spesialis penunjang orthopedy. Selain itu, alat IGD RSUD Sumbawa bahkan masuk dalam kategori Rumah Sakit type A. (SR)

Lihat Juga

100 Bonsai Dipamerkan, Wabup: Sumbawa Syurganya Para Pecinta Bonsai

SUMBAWA BESAR, SR (16/9/2019) Banyak yang baru dalam pagelaran Festival Pesona Moyo 2019. Selain Pasar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *