Home / Kesehatan / Pemda Sumbawa Siapkan Dana 899,8 Juta Atasi Rabies

Pemda Sumbawa Siapkan Dana 899,8 Juta Atasi Rabies

SUMBAWA BESAR, SR (13/8/2019)

Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerjasama dengan Disnakeswan Kabupaten Sumbawa menggelar Bimbingan Teknis Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), Senin (12/8) malam. Kegiatan di Aula Samawa Transit Hotel Sumbawa Besar yang dibuka Bupati Sumbawa diwakili Asisten Administrasi Umum ini dihadiri, Pejabat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, pejabat Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, pejabat Kadis Peternakan dan Keswan Sumbawa, narasumber, dan peserta Bimtek se-Provinsi NTB.

Dalam sambutannya Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Administrasi Umum Lalu Suharmadji Kertawijaya, ST., MT mengatakan sebelumnya Provinsi Nusa Tenggara Barat secara historis sampai tahun 2017 merupakan daerah bebas rabies. Namun saat ini Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa dan Kota Bima telah dinyatakan sebagai daerah tertular rabies. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian baik pada hewan maupun manusia.

Disampaikan, berdasarkan hasil Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar, hingga saat ini kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Sumbawa sebanyak 184 orang dan HPR positif rabies berjumlah 34 ekor. “Hal ini tentu saja sangat meresahkan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa. Karena itu diperlukan penanggulangan yang cepat dan tepat dalam upaya pemberantasannya salah satunya dengan dilaksanakan bimtek pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis/PHMS (Penghitungan Populasi Hewan Menular Rabies) yang pada hari ini kita gelar,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Pemkab Sumbawa telah mengalokasikan anggaran melalui dana kejadian luar biasa rabies sebesar Rp. 899.798.200 untuk mengadakan sarana prasarana dan operasional guna penanggulangan penyakit rabies di Kabupaten Sumbawa. Bupati berharap, dengan adanya bimbingan teknis ini dapat meningkatkan kapasitas petugas yang menangani masalah kesehatan hewan sehingga Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat dibebaskan kembali dari penyakit rabies. Melalui kesempatan tersebut, Bupati juga berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten, secara bersama-sama segera menanggulangi penyakit rabies dan beberapa penyakit hewan menular lainnya seperti anthrax, SE dan Surra. Kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari, 12–15 Agustus 2019 tersebut menghadirkan narasumber Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan yang juga merupakan Mantan Medik Veteriner Utama, Balai Besar Veteriner Denpasar, Drh. Anak Agung Gde Putra, MSc., PhD., SH, yang akan memaparkan tentang masalah anjing, strategi dan epidemiologi serta program pemberantasan rabies, metode estimasi populasi anjing kampung, metode capture-markirelease-recapture, rumus estimasi populasi anjing, metode dengan menghitung rasio antara manusia dan anjing. (SR)

Lihat Juga

Graha Haji Djibril, Dibangun Pribadi, Gratis untuk Masyarakat

SUMBAWA BESAR, SR (12/10/2019) Graha Haji Djibril diresmikan, Sabtu (12/10/2019) siang tadi. Gedung yang dibangun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *