Home / MATARAM / Gubernur Ceritakan Kisah Jengis Khan Kepada Para Bakal Calon Bupati Sumbawa

Gubernur Ceritakan Kisah Jengis Khan Kepada Para Bakal Calon Bupati Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (8/8/2019)

Sejumlah Bakal Calon Bupati Sumbawa hadir pada Acara Peletakan Batu Pertama Auditorium “Marwan Muslimin” SMA Negeri 1 Sumbawa, Kamis (8/8/2019). Mereka adalah Ir. H. Syarafuddin Jarot MP, Ir. Talifuddin M.Si, Syukri Rahmat S.Ag dan Miftahul Arzak S.IKom., MA. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc untuk menceritakan kisah Jengis Khan–tokoh dan raja dalam buku yang berjudul “Seperti Sungai Mengalir”. Dalam buku karya Paulo Coelho ini mengisahkan Raja Jengis Khan memiliki kebiasaan berburu. Setiap berburu maupun bepergian kemana pun, raja ini selalu ditemani Burung Rajawali yang bertengger di pundak sebelah kanannya. Sesekali Rajawali ini terbang ke angkasa mengamati mangsanya dari atas lalu menukik ke bawah memangsa sasarannya dengan cengkeramannya yang panjang dan tajam. Setelah berburu, raja yang sangat berkuasa dan ditakuti ini berjalan-jalan hingga memasuki hutan ingin melihat sejauhmana batas daerah kekuasaannya. Rajawali pun menemaninya. Raja Jengis Khan dan Rajawali ini sudah bertahun-tahun hidup bersama bagaikan sahabat. Karena perjalanan jauh dan melelahkan, sang raja letih dan kehausan. Tibalah mereka di sebuah aliran sungai kecil yang airnya cukup jernih dan bisa mengatasi dahaga sang raja. Dengan menggunakan gelas, raja ini mengambil air tersebut. Ketika hendak diminum, Rajawali langsung bereaksi menukik dari atas menendang gelas di tangan sang raja. Gelas jatuh dan air tumpah di tanah. Raja kembali mengambil air, dan ketika diminum Rajawali kembali bereaksi, begitu terus berulang-ulang. Hal ini membuat sang raja kesal dan tersinggung, sembari melihat sekelilingnya khawatir ada rakyatnya yang melihat. Sebab raja tidak ingin rakyatnya melihat bahwa dia tidak mampu mengatasi hewan peliharaannya. Akhirnya raja ini menghunus pedang. Ketika Rajawali kembali menukik untuk menghempas gelas berisi air yang hendak diminum raja untuk kesekian kalinya, raja langsung menebasnya. Seketika kepala Rajawali terpisah dari badannya, dan mati tergeletak di tanah. Raja kemudian naik ke atas seperti perbukitan. Dia kaget melihat persis di dalam kolam asal mengalir yang hendak diminum raja, ada bangkai ular yang sangat berbisa dan beracun. Raja baru sadar bahwa ternyata maksud Rajawali menendang gelas yang diminumnya hanya untuk menyelamatkan nyawanya. Dengan penyesalan yang luar biasa, raja memungut rajawali sahabatnya itu lalu pulang dengan penuh kesedihan dan air mata. Sampai di kerajaan, Jengis Khan memerintahkan rakyatnya membuat tugu Rajawali yang sangat besar. Di antara kedua sayapnya dituliskan pesan. Tulisannya “Seberapapun sahabatmu menyakiti hatimu dia tetaplah sahabatmu”. Pesan berikutnya “Janganlah mengambil kesimpulan dan tindakan ketika dirimu sedang marah dan emosi karena akan berakibat fatal”.

Menurut Gubernur, kisah Jengis Khan dan Rajawali serta pesan sederhana di antara kedua sayapnya mengajarkan sesuatu hal yang luar biasa terutama bagi para pemimpin di negeri ini. Terkadang proses Pilkada dan proses politik, orang kehilangan kejernihan dan akal sehat sehingga mengorbankan persaudaraan dan persahabatannya. Kadang juga sebagai pemimpin seringkali mengambil suatu keputusan di saat dalam keadaan emosi. Ketika ini terjadi, maka sesuatu yang dihasilkan tidak akan bagus, bahkan berakibat fatal. (JEN/SR)

Lihat Juga

Menagih Hak Pendidikan Bagi Siswa Penyandang Disabilitas

JAKARTA, SR (4/12/2019) Memaknai Hari Disabilitas 3 Desember kemarin, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *