Home / Pemerintahan / Aktualisasi Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan, Bakesbangpoldagri Giatkan Sosialisasi
Sosialisasi di Kecamatan Moyo Hulu

Aktualisasi Nilai Pancasila dan Kewarganegaraan, Bakesbangpoldagri Giatkan Sosialisasi

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BADAN KESBANGPOLDAGRI KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, SR (9/8/2019)

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai Pancasila dan Kewarganegaan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Moyo Hulu, Rabu (7/8) itu diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemuda, pemerintahan desa dan lainnya.

Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Sumbawa, Drs Irawan Subekti dalam pemaparannya kembali mengingatkan masyarakat khususnya peserta sosialisasi tentang pentingnya memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Untuk selanjutnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dijelaskan Irawan Subekti, untuk merevitalisasikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu ada upaya agar tingkat degradisasi dapat dikendalikan dengan cara menggiatkan dan menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Di antaranya, peningkatan perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai pancasila, penyamaan interpretasi pemahaman nilai-nilai Pancasila, dan penataan kelembagaan formal terstruktur sebagai pengawas dan pengembangan nilai-nilai pancasila secara formal.

Lebih lanjut disampaikan Irawan Subekti, revitalisasi ini penting sebagai upaya untuk menghalau dampak negatif berkembangnya berbagai ideologi negara lain, termasuk kuatnya pengaruh ideologi leluhur di tengah-tengah masyarakat. Karena itu perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila harus kembali ditingkatkan melalui serangkaian upaya dan kegiatan seperti mengunggah dan mensosialisasikan secara terus menerus eksistensi dan keberadaan ideologi Pancasila. Selain itu meningkatkan filter/saringan masyarakat terhadap eksistensi ideologi kapitalis dan liberalis yang mencoba memecah belah Indonesia di semua aspek politik, ekonomi dan sosial budaya. Tak hanya itu, meningkatkan intensitas pemberian materi pelajaran pendidikan Pendidikan Pancasila seperti Pendidikan Moral Pancasila.

Yang tidak kalah penting, perlu adanya aktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui tindakan dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga setiap tindakan dan perbuatan dalam masyarakat selalu mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Apabila hal itu dapat dilakukan katanya, masyarakat sudah memiliki pemahaman yang baik terhadap Pancasila, karena bukan saja mengenal secara formal tetapi telah diimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian keberagaman dalam berbangsa dan bernegara menuju NKRI sesuai yang dicita-citakan. (JEN/SR)

Lihat Juga

Tanpa Mahar, Nasdem Laris Manis Diburu Bakal Calon

SUMBAWA BESAR, SR (9/10/2019) Sejak pendaftaran dibuka 23 September 2019 lalu, sejumlah bakal calon Bupati ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *