Home / HukumKriminal / 7 Rusa Selundupan Dimusnahkan, Penyelundup Diancam 5 Tahun Penjara

7 Rusa Selundupan Dimusnahkan, Penyelundup Diancam 5 Tahun Penjara

BIMA, SR (9/8/2019)

Tujuh dari 8 ekor rusa yang diselundupkan dan digagalkan tim gabungan TNI dan Polri, telah dimusnahkan di Markas Komando Polres Bima Kota, Kamis (8/8) kemarin sekitar pukul 11.45 Wita. Hadir pada kegiatan pemusnahan satwa yang dilindungi namun sudah dalam kondisi mati ini, dihadiri Wakapolres Bima Kota Kompol Syafrudin, Perwakilan Kejaksaan Raba Bima Ronald, Kasat Reskrim Polres Bima Kota IPTU Hilmi M. Prayugo SIK, Perwakilan Tim Resmob Sat Brimob Polda NTB Brigadir Irfan SH, Danpos TNI-AL Sape Serma Yahya, dan Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Seksi Konservasi Wilayah III Bima-Dompu, Bambang Dwi Darto. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara ditanam di lubang sedalam 1,5 meter.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama SIK dalam keterangan persnya mengatakan, pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus itu. Tersangka dikenakan pasal yang disangkakan yaitu menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, memperniagakan satwa yang dilindungi sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 ayat(2) jo Pasal 21 Ayat (2) huruf a dan b UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.

Seperti diberitakan, Tim Gabungan Pos TNI AL Sape, Posramil Lambu dan Kompi 3 Batalyon C Satbrimob Polda NTB berhasil menggagalkan penyelundupan rusa atau menjangan di So Tanjung Pantai Lariti Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Rabu (7/8/2019). Dalam tindakan tersebut, timgab mengamankan N alias Yani (44) warga Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda Kota Bima. Dari tangannya diamankan barang bukti 8 ekor rusa termasuk 7 di antaranya sudah dalam kondisi mati. Sejumlah rusa itu diselundupkan dari Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu ikut dimankan Mobil Toyota Kijang warna Hijau EA 1070 S yang digunakan untuk mengangkut hewan yang dilindungi tersebut. (SR)

Lihat Juga

Mappecara Dkk Tegaskan Sebagai Pemilik Lahan di Lokasi PLTU Sumbawa 2

Anto: Kami Punya Bukti yang Diakui Pemerintah SUMBAWA BESAR, SR (10/9/2019) Polemik lahan rencana pembangunan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *