Home / Ekonomi / Pastikan Kelangsungan Telekomunikasi, Kemkominfo Monitoring Sinyal di Sumbawa

Pastikan Kelangsungan Telekomunikasi, Kemkominfo Monitoring Sinyal di Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (13/7/2019)

Masih adanya wilayah blank spot dan lemah sinyal di wilayah Kabupaten Sumbawa mendapat perhatian dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo RI dalam hal ini Direktorat Pengendalian Pos dan Informatika. Selama sepekan, Tim Monitoring Jaringan Telekomunikasi mengunjungi sejumlah wilayah blank spot di NTB termasuk Kabupaten Sumbawa.

Setelah menggelar Rapat Persiapan pada Hari Selasa (9/7) lalu di Samawa Sea Side Cottages Ai Loang bersama Pemkab Sumbawa dan Pemkab KSB, menggunakan kendaraan roda dua jenis trail, Kepala Sub Direktorat Telekomunikasi Khusus dan Jaringan Telekomunikasi Kemenkominfo RI Indra Apriadi selaku Ketua Tim bersama Tim didampingi oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfotik NTB Mahmud dan Tim Pendamping dari Dinas Kominfotik Sumbawa, melakukan trabas ke beberapa wilayah terpencil. Dari Samawa Sea Side Cottages, Tim melakukan trabas sinyal menuju Desa Tepal-Tangkampulit-Batutotok Kecamatan Batulanteh, Desa Senawang Kecamatan Orong Telu, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu, Desa Labuhan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir, Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara dan Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes. “Ditjen PPI melakukan monitoring secara rutin ke seluruh wilayah Indonesia yang masih blank spot dan lemah sinyal, termasuk Kabupaten Sumbawa,” ujar Ketua Tim Indra Apriadi sambil test drive kendaraan trail di Ai Loang.

Dari kegiatan monitoring ini lanjut Indra, pihaknya dapat memetakan mana wilayah blank spot untuk kemudian dikoordinasikan dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo untuk diusulkan pembangunan BTS Daerah Terpencil melalui program Universal Service Obligation (USO) Bidang Telekomunikasi dan Informatika. Kemudian untuk daerah-daerah lemah sinyal, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak operator seluler agar dilakukan optimalisasi coverage area.

Didampingi Kabid Sandi dan Kemanan Informasi Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Indra menambahkan bahwa monitoring ini juga dilakukan untuk memastikan bahwa ada beberapa titik terkait tarif yang diberlakukan oleh operator yang menurut laporan warga setempat terjadi kemahalan.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Sumbawa Rachman Ansori saat mendampingi tim mengatakan bahwa pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan monitoring yang dilakukan pihak kementerian, yang hasilnya nanti dapat ditindaklanjuti sesuai klasifikasinya dengan pihak terkait dalam hal ini BAKTI dan Operator. Ia berharap melalui program ini Indonesia Merdeka Sinyal 2020 dapat diwujudkan khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut laporan-laporan masyarakat terkait lemah sinyal, tarif maupun daerah yang tidak terakses sinyal di Kabupaten Sumbawa, yang kami follow up ke Kementerian Kominfo,” ujar Ansori. (SR)

Lihat Juga

Gubernur Ingatkan Aktivis Tingkatkan Kemampuan dan Pengetahuan

MATARAM, SR (18/8/2019) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengingatkan para aktivis mahasiswa untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *